Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Lonjakan harga aspal dalam beberapa bulan terakhir membuat Pemerintah Kota Yogyakarta meninjau ulang rencana anggaran biaya (RAB) proyek perbaikan jalan.
Kenaikan harga material tersebut dikhawatirkan memengaruhi pelaksanaan sejumlah pekerjaan pemeliharaan jalan di Kota Yogyakarta.
Harga aspal curah Pertamina tercatat naik tajam menjadi Rp14.475 per kilogram dari sebelumnya Rp11.565 per kilogram pada April 2026. Bahkan, pada awal tahun harga aspal masih berada di kisaran Rp9.400 per kilogram.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Hasri Nilam Baswari mengatakan kenaikan harga aspal membuat volume material yang dapat dibeli menjadi lebih sedikit.
"Volume aspal yang bisa dibeli otomatis berkurang. Namun, kami usahakan perbaikan jalan berlubang di ruas jalan kota tidak terdampak. Terutama di jalan-jalan utama," katanya, Rabu (20/5/2026).
Meski begitu, pihaknya berupaya agar perbaikan jalan berlubang, khususnya di ruas jalan utama, tetap berjalan.
Menurut dia, evaluasi ulang dilakukan terhadap proyek pemeliharaan jalan berkala yang menggunakan metode pelapisan ulang aspal (overlay).
"Jadi, proses tendernya sedikit mundur dari yang seharusnya," ujarnya.
Dampaknya, proses tender sejumlah proyek diperkirakan mengalami keterlambatan. Salah satu proyek yang tengah ditinjau ulang ialah pemeliharaan berkala di Jalan Nyi Wiji Adisoro.
Semula, proyek tersebut akan dimulai dari simpang Puskesmas Kotagede 2 hingga Kantor Kemantren Kotagede. (ANT/RAI)