JAKARTA, AFU.ID — Sektor keuangan menjadi bidang yang paling banyak merekrut peserta Program Magang Nasional (MagangHub) 2025. Sebanyak 2.559 peserta terserap di sektor tersebut sepanjang pelaksanaan program.
Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar yang merekrut 1.759 peserta magang. Sementara sektor manufaktur menyerap 1.501 peserta dan menjadi tiga besar penerima terbanyak.
Data tersebut berasal dari evaluasi sementara Program Magang Nasional 2025 yang dilakukan pemerintah. Survei melibatkan 65.245 peserta magang dan 7.217 perusahaan penyelenggara pada dua gelombang awal.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut tingginya penyerapan mencerminkan kebutuhan tenaga kerja saat ini. Kondisi tersebut juga menunjukkan sektor yang paling aktif membuka peluang bagi peserta magang.
“Ini menunjukkan demand yang ada saat ini dan menggambarkan sektor yang paling tinggi merekrut peserta magang,” kata Yassierli di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Hasil survei juga menunjukkan sebagian peserta memperoleh peluang kerja setelah program berakhir. Sebanyak 30 persen peserta mengaku mendapat tawaran pekerjaan dari perusahaan tempat mereka magang.
Dari jumlah tersebut, 17,11 persen menerima tawaran kerja yang diberikan perusahaan. Sementara 12,58 persen menolak karena telah memperoleh pekerjaan di tempat lain.
Sebanyak 33,05 persen peserta menyebut belum menerima tawaran kerja meski terdapat indikasi perekrutan. Adapun 37,26 persen mengaku tidak memperoleh tawaran hingga masa magang selesai.
Tingkat kepuasan peserta terhadap program ini tercatat cukup tinggi sepanjang pelaksanaannya. Sebanyak 84 persen peserta mengaku puas dan sangat puas terhadap pengalaman magang yang dijalani.
Program tersebut juga dinilai memberi dampak ekonomi bagi sebagian besar peserta. Sebanyak 67 persen responden menyebut program membantu kondisi ekonomi pribadi maupun keluarga.
Dari sisi perusahaan, mayoritas mentor menyatakan puas terhadap kontribusi peserta selama magang. Sebanyak 66 persen mentor juga menilai kemampuan teknis peserta meningkat signifikan selama program berlangsung. (ANT/RAI)