JAKARTA, AFU.ID — Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kekuatan gempa kali ini berada di magnitudo 5,7.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 13.51 WIB dengan titik pusat berada di koordinat 7,90 LS-120,64 BT. “81 Km timur laut Ruteng, Manggarai, NTT. Kedalaman: 10 Km,” tulis BMKG dalam akun X resminya. BMKG menegaskan informasi yang disampaikan mengutamakan aspek kecepatan penyebaran data kepada masyarakat. Hasil pengolahan data gempa tersebut disebut masih berpotensi berubah seiring dengan kelengkapan data yang diterima.
Adapun beberapa pengguna X turut berkomentar kota Makassar juga terdampak akibat gempa tersebut. Gempa magnitudo 5,7 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT sehari sebelumnya. Selain gempa tersebut, wilayah Ruteng bahkan tercatat sempat diguncang sebanyak lima kali gempa hanya dalam kurun waktu 30 menit sebelumnya.
Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo, NTT pada Sabtu kemarin hingga kini terus menyisakan duka mendalam. Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya M Syafii melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah mencapai 51 orang, berdasarkan pemutakhiran data per pukul 09.00 WIB, Minggu. Selain korban jiwa, sebanyak 64 orang turut mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan medis.
Penambahan korban terbaru diketahui berasal dari Kabupaten Manggarai Timur, tempat tim SAR mengevakuasi tiga warga dalam kondisi tak bernyawa. Satu korban tambahan lainnya turut ditemukan di wilayah Manggarai atau Reo. Bencana ini juga memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Sikka mencapai 3.356 jiwa. (NAD)