JAKARTA, AFU.ID — Kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Putri pendiri NU, Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, meninggal dunia di Jakarta pada Minggu malam. Kepergian salah satu tokoh perempuan Nahdliyin tersebut segera menyebar di kalangan keluarga besar NU dan alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Informasi wafatnya Nyai Machfudhoh beredar melalui pesan duka yang menyampaikan bahwa almarhumah berpulang dengan tenang pada Ahad malam.
Kabar tersebut kemudian dikonfirmasi melalui berbagai jaringan keluarga besar NU. Jenazah almarhumah direncanakan dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin (5/10/2026). Nyai Machfudhoh lahir pada 12 Maret 1944 dan merupakan putri pertama dari pasangan KH Abdul Wahab Chasbullah dan Nyai Sa’diyah. KH Abdul Wahab Chasbullah dikenal sebagai salah satu tokoh bangsa sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama. Dari keluarga besar tersebut, lahir sejumlah tokoh yang aktif dalam lingkungan pesantren maupun organisasi NU.
Semasa hidupnya, Nyai Machfudhoh dikenal sebagai sosok yang aktif dalam pembinaan umat dan penguatan peran perempuan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Almarhumah banyak terlibat dalam kegiatan Muslimat NU dan menjadi salah satu figur yang berpengaruh dalam pergerakan perempuan Nahdliyin. Aktivitas tersebut dijalankan selama puluhan tahun melalui berbagai bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan. Di lingkungan organisasi NU, Nyai Machfudhoh dipercaya mengemban sejumlah amanah penting.
Pada masa khidmah 2021–2026, ia menjabat sebagai Mustasyar PBNU bersama sejumlah tokoh perempuan NU lainnya. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi A’wan PBNUpada masa khidmah 2015–2021. Posisi tersebut menunjukkan pengakuan organisasi terhadap kapasitas keilmuan dan kontribusi almarhumah dalam kehidupan keagamaan. Di kalangan pesantren, Nyai Machfudhoh juga dikenal sebagai tokoh yang melanjutkan warisan perjuangan keluarga besar Tambakberas.
Kiprahnya membuat namanya cukup dikenal dalam lingkungan pesantren dan organisasi NU di berbagai daerah. Kepergian Nyai Machfudhoh menambah deretan tokoh senior NU yang telah berpulang dalam beberapa tahun terakhir. Bagi banyak warga Nahdliyin, almarhumah bukan hanya putri pendiri NU, tetapi juga figur perempuan yang konsisten menjaga tradisi keilmuan, dakwah, dan pengabdian sosial yang diwariskan para pendahulunya. (RHU)