AFU.ID, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa angka ketidakpuasan publik sebesar dua persen terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto akan menjadi catatan penting bagi pemerintah.
Meski mayoritas masyarakat merasa puas, pemerintah berkomitmen menjadikan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi.
“Walaupun cuma sekitar 2-3 persen, tapi itu cukup berarti dan penting,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026.
Dasco menjelaskan bahwa catatan-catatan kritis yang muncul dari hasil survei, khususnya mengenai peningkatan ekonomi dan pemerataan bantuan sosial, akan mendapat perhatian khusus dari pihak istana.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sangat terbuka terhadap masukan demi perbaikan kualitas kepemimpinan ke depan.
“Justru catatan-catatan itu yang menjadi perhatian kami, menjadi perhatian pemerintah, menjadi perhatian Pak Prabowo, untuk dijadikan bahan introspeksi untuk perbaikan ke depan,” imbuhnya.
Sebelumnya, lembaga riset Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional yang menunjukkan bahwa 79,9% responden merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Survei ini dilakukan pada periode 15-21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden di seluruh Indonesia.
Pendiri Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi merinci bahwa dari total tingkat kepuasan tersebut, sebanyak 13% menyatakan ‘sangat puas’ dan 66,9% menyatakan ‘puas’.
Sementara itu, kelompok yang tidak puas terbagi menjadi 17,1% ’kurang puas’ dan 2,2% ‘tidak puas sama sekali’.
Sisanya, sekitar 0,8% responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.