JAKARTA, AFU.ID – Sebanyak 16 Warga Negara Indonesia (WNI) dipastikan meninggal dunia, sementara 23 lainnya berhasil selamat dalam insiden tenggelamnya kapal pengangkut penumpang tanpa dokumen di Perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia.
“Dari keseluruhan operasi pencarian, otoritas Malaysia berhasil menemukan total 39 WNI, yang terdiri dari 23 korban selamat dan 16 korban meninggal dunia,” ungkap Juru Bicara Kemenlu RI, Yvonne Mewengkang, Senin (18/5/2026).
16 WNI yang menjadi korban tewas terdiri dari 9 pria dan 7 wanita yang seluruh jenazahnya kini tengah melalui tahap identifikasi serta autopsi di rumah sakit setempat.
Di sisi lain, tim search and rescue (SAR) Malaysia berhasil mengevakuasi 23 WNI dalam keadaan selamat, yang terdiri dari 16 laki-laki dan 7 wanita dengan rentang usia 21 hingga 48 tahun.
Puluhan korban yang berhasil dievakuasi hidup tersebut diketahui merupakan warga yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Banten, hingga Sulawesi Tenggara.
Otoritas maritim Malaysia menduga kapal tersebut membawa total 37 penumpang ilegal tanpa dokumen yang berangkat dari Kisaran, Sumatera Utara pada Sabtu (9/5/2026) dengan tujuan akhir Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.
Menyikapi tragedi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur terus berkoordinasi erat dengan otoritas setempat untuk memfasilitasi proses identifikasi jenazah hingga pendampingan kekonsuleran bagi korban selamat.
Sebagai informasi, kapal nahas yang nekat berlayar secara ilegal tersebut pada awalnya dilaporkan hanya membawa 37 orang, namun dilansir dari ANTARA News, Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kapten Maritim Mohd Shukri Khotob menyebut total evakuasi di lapangan justru bertambah menjadi 39 orang.
Kini, operasi pencarian gabungan yang telah berlangsung selama hampir sepekan tersebut telah resmi ditutup sepenuhnya oleh Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak pada Sabtu (16/5/2026) malam.
Pemberhentian tersebut dilakukan karena nihilnya temuan korban baru dari tim SAR gabungan di area pencarian selama beberapa hari terakhir.
Saat ini, penyelidikan lebih lanjut terkait detail perjalanan mereka masih terus dilakukan. (NAD)