Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Indonesia Punya 5 Bendungan Baru, Nilainya Nyaris Sentuh Rp10 Triliun
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Indonesia secara resmi mempunyai lima bendungan baru untuk melayani sektor agrikultur, pengendalian bencana alam, dan cadangan energi. Nilai infrastruktur yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang pembangunannya telah berjalan sejak 2015 silam itu nyaris mencapai Rp10 triliun.
Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, salah satu bendungan baru Indonesia yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Jumat (10/7/2026). (Foto: BPMI Setpres/Citra)
JAKARTA, AFU.ID — Indonesia secara resmi mempunyai lima bendungan baru untuk melayani sektor agrikultur, pengendalian bencana alam, dan cadangan energi. Nilai infrastruktur yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang pembangunannya telah berjalan sejak 2015 silam itu nyaris mencapai Rp10 triliun.
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meresmikan pelaksanaan konstruksi dari kelima bendungan tersebut, Jumat (10/7/2026). Seremonial peresmian berpusat dari Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Prabowo Subianto menyampaikan, kelima bendungan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghadirkan infrastruktur pengairan di berbagai daerah. Kepala Negara pun bersyukur lantaran pembangunan infrastruktur itu membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya sangat banyak.
“Bersyukur bisa meresmikan bendungan ini, tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa. Saya selalu ingatkan, berpikirlah untuk bangsa, rakyat, kebaikan semua, seluruh keluarga besar, dan rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dody Hanggodo selaku Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI menjelaskan kelima bendungan tersebut terbangun dalam rentang waktu antara tahun 2015 sampai 2025. Yang mana, pengerjaannya tak cuma menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara.
“Melalui lima bendungan ini, kita telah mendorong kemandirian bangsa dalam mendukung Asta Cita. Terkhususnya, terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air,” tuturnya.
Menteri Dody menyebut, kelima bendungan tersebut mempunyai empat fungsi utama. Mulai dari mendukung layanan irigasi seluas 39.540 hektare dan penyediaan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik.
Fungsi ketiga adalah sebagai pengendalian banjir terutama di daerah hilir dari bendungan. Fungsi terakhir alias keempat dari lima bendungan baru Indonesia yang nilai kontraknya mencapai Rp9,79 triliun adalah untuk penyediaan energi.
Lokasi 5 Bendungan Baru Indonesia
Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan peresmian kelima bendungan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air. Sehingga, mempunyai peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, dan pengembangan energi bersih.
“Keberadaan bendungan-bendungan ini kita harapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Terkhususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Berikut ini lima bendungan baru Indonesia yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto:
Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB: Kapasitas tampungan 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan 46,16 hektare;
Bendungan Keureuto, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh: Kapasitas tampungan 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare;
Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh: Kapasitas tampungan 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan 700 hektare;
Bendungan Jlantah, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah (Jateng): Kapasitas tampungan 10,97 juta meter kubik dengan luas genangan 50 hektare; dan
Bendungan Sidan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali: Kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan 37,15 hektare. (ADR)