AFU.id

Eksploitasi Air Tanah Picu Banjir Rob, Kolaborasi Riset Teknik Kelautan Gandeng Belanda

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Kolaborasi riset teknik kelautan antarlembaga resmi berjalan demi mengantisipasi ancaman bencana pesisir melalui pemodelan matematika tingkat lanjut.Penguatan kajian mengenalkan metode Penilaian Bahaya Tsunami Probabilistik atau Probabilistic Tsunami Hazard Assessment (PTHA) untuk memetakan risiko kebencanaan secara berkala.

Eksploitasi Air Tanah Picu Banjir Rob, Kolaborasi Riset Teknik Kelautan Gandeng Belanda
(Foto: BRIN)

Pemanfaatan Laboratorium Terpadu dalam Kolaborasi Riset Teknik Kelautan

Perwakilan Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Umboro Lasminto, menjelaskan misi pencarian peluang kerja sama konkret tersebut. Yang mana, pendanaan riset awal itu bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menguji model fisik.

Keterbatasan fasilitas laboratorium simulasi eksperimen tinggi gelombang di lingkungan kampus luar menjadi kendala utama riset hidrodinamika. ITS berharap mampu memanfaatkan infrastruktur laboratorium fisik milik BRIN yang sangat representatif untuk mendukung pengujian ilmiah.

Aloysius Bagyo Widagdo pun menyambut baik tawaran tersebut dan mengarahkan mekanisme koordinasi melalui Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi (DIRI). Para periset domestik juga siap bertindak sebagai mitra aktif guna mengeksekusi agenda penelitian bersama di laboratorium.

BRIN turut menyediakan berbagai skema pendanaan kolaboratif terintegrasi bagi para akademisi perguruan tinggi. Opsi pembiayaan meliputi skema Pusat Riset Internasional LPDP, Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Implementasi penyusunan proposal riset bersama (joint proposal) ditargetkan mampu menembus program pendanaan tahunan Kementerian Pendidikan Belanda pada 2027 mendatang. Akselerasi program itu memperkuat posisi tawar para ilmuwan Indonesia dalam mempublikasikan karya ilmiah di tingkat global.

Kemitraan strategis tersebut juga membuka peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia lewat program gelar ganda (double degree). Skema jenjang Magister serta Doktor itu sedang dikembangkan secara intensif oleh manajemen ITS bersama IHE Delft Belanda.

Publik berharap kolaborasi riset teknik kelautan tersebut menghasilkan inovasi konkret untuk menyelamatkan kawasan pesisir dari risiko tenggelam. Penguatan jejaring internasional itu menjadi tolok ukur keseriusan Pemerintah RI dalam memitigasi bencana berbasis sains. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi