JAKARTA, AFU.ID — Jenderal Suyudi Ario Seto langsung memimpin perombakan jajaran petinggi Polri. Sebanyak 25 pejabat menjalani serah terima jabatan (sertijab) dan pelantikan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026) malam. Pergantian tersebut menjadi tindak lanjut mutasi besar yang sebelumnya menyentuh 88 perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Polri.
Prosesi yang berlangsung tertutup itu dipimpin langsung oleh Kapolri. Selain pejabat utama Mabes Polri, sejumlah kepala kepolisian daerah (Kapolda) juga ikut menjalani pelantikan dan sertijab. Kehadiran para pejabat baru tersebut menandai dimulainya susunan kepemimpinan yang akan bekerja di bawah komando Kapolri yang baru.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisno Andiko menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi dan penyegaran organisasi. “Pada hari ini juga, sekira pukul 19.00 WIB ini akan langsung dipimpin oleh Bapak Kapolri terhadap beberapa pejabat utama, baik di pejabat utama Mabes Polri, kemudian juga diikuti oleh beberapa Kapolda,” kata Trunoyudo Wisno Andiko.
Pantauan di Mabes Polri menunjukkan para perwira tinggi yang akan dilantik mulai berdatangan sejak sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka hadir bersama keluarga, termasuk para istri yang mengenakan seragam khas Bhayangkari berwarna merah muda. Sejumlah pejabat yang terlihat hadir antara lain Komjen Asep Edi Suheri, Whisnu Hermawan Februanto, serta Kapolda Kepulauan Riau Irjen Suhendri.
Menurut Trunoyudo, dari keseluruhan agenda malam itu terdapat 25 pejabat yang menjalani sertijab. Sementara dua posisi lainnya diisi melalui mekanisme pelantikan langsung oleh Kapolri. Jabatan tersebut adalah Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) serta Korps Pribadi Pimpinan (Korspripim). “Dan ada 25 ini nantinya akan dilakukan serah terima jabatan, sedangkan dua lagi itu akan dilakukan pelaksanaan pelantikan oleh Pak Kapolri, yaitu untuk Astamarena dan Korspripim,” ujar Trunoyudo Wisno Andiko.
Polri sebelumnya mengumumkan mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi tersebut menjadi salah satu pergeseran terbesar setelah pergantian pimpinan Polri. Sejumlah posisi strategis di Mabes Polri maupun wilayah mengalami pergantian pejabat.
Menurut Trunoyudo, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan tugas Polri di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. “Kegiatan yang menjadi rutin kita lakukan sebagai suatu roda organisasi di mana Bapak Kapolri menekankan bagaimana kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat,” kata dia.
Sertijab ini menjadi salah satu agenda penting pertama yang dipimpin langsung oleh Jenderal Suyudi Ario Seto sejak resmi menjabat Kapolri. Dengan rotasi besar yang dilakukan, perhatian kini tertuju pada bagaimana susunan baru pimpinan Polri akan menjalankan agenda keamanan, penegakan hukum, dan pelayanan publik dalam beberapa tahun ke depan. (RHU)