Proyeksi Tuntutan
Dalam aksi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan ekonomi, demokrasi, hukum, lingkungan, dan pendidikan. Mereka menuntut pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional.
Mereka juga meminta pemulihan kesehatan warga terdampak, penindakan terhadap perusahaan yang bertanggung jawab atas krisis lingkungan, serta pencabutan izin korporasi yang terbukti melanggar hukum. Di bidang ekonomi, mahasiswa mendesak pemerintah memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan memulihkan kepercayaan pasar. Mereka juga menyoroti praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), pembatasan kebebasan berpendapat, serta mahalnya biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Komite Sadar turut memaparkan hasil survei terhadap 560 responden dari berbagai wilayah di Indonesia. Hasilnya, 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya gagal. Survei tersebut juga mencatat 71,1 persen responden menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok, 62,7 persen menyoroti pembatasan kebebasan berpendapat, dan 70,6 persen menyoroti korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan negara.
Sementara itu, sebanyak 83,5 persen responden menyoroti deforestasi dan kebakaran hutan, sedangkan 67,4 persen menilai mahalnya biaya pendidikan sebagai persoalan. Yatalathof menyebut konsolidasi dengan organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil masih berlangsung. Ia memperkirakan sekitar 500 orang akan mengikuti aksi di kawasan Tugu Tani. (FAD)


























