Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Kritik terhadap militer Korea Selatan menguat setelah uji coba rudal terbaru Korea Utara baru diumumkan beberapa hari kemudian. Pemerintah Korea Selatan membantah adanya kegagalan deteksi dan menegaskan seluruh peluncuran telah dipantau bersama Amerika Serikat secara real time.
Polemik muncul setelah Korea Utara pekan lalu menguji sistem peluncur roket ganda baru beserta sejumlah persenjataan utama lain yang diawasi langsung oleh pemimpin Kim Jong Un. Namun, militer Korea Selatan tidak langsung mengumumkan hasil pemantauan pada hari peluncuran sehingga memicu pertanyaan mengenai kemampuan deteksi mereka.
Keterlambatan tersebut memunculkan spekulasi Seoul sengaja menahan informasi atau terlambat mengetahui aktivitas militer Pyongyang. Isu itu semakin menguat setelah media lokal melaporkan adanya dugaan pembatasan pertukaran informasi dari Amerika Serikat kepada Korea Selatan terkait pergerakan militer Korea Utara.
Menanggapi isu tersebut, Kementerian Pertahanan Korea Selatan menegaskan koordinasi dengan Amerika Serikat tetap berjalan erat selama proses pemantauan berlangsung. Pemerintah memastikan seluruh proyektil yang diluncurkan pada 25 Juni telah terdeteksi dan dilacak secara bersamaan oleh kedua negara.
"Korea Selatan dan Amerika Serikat mendeteksi serta melacak secara seketika sejumlah proyektil yang diluncurkan Korea Utara pada 25 Juni, sambil mempertahankan koordinasi yang erat untuk menghadapi berbagai kemungkinan," kata Wakil Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan Kolonel Lee Kyung-ho, Senin (29/6/2026).
Lee menjelaskan proyektil yang diluncurkan masih dikategorikan sebagai sistem persenjataan taktis. Analisis menyeluruh masih dilakukan untuk memastikan spesifikasi teknis setiap sistem senjata yang diuji Korea Utara. Ia juga meminta publik tidak menarik kesimpulan berdasarkan kepentingan politik. Menurutnya, profesionalisme personel militer Korea Selatan maupun Amerika Serikat tetap menjadi prioritas dalam memantau perkembangan aktivitas militer Korea Utara.
Dalam uji coba tersebut, Korea Utara mengoperasikan versi terbaru sistem peluncur roket ganda 24 tabung kaliber 240 milimeter. Selain itu, Pyongyang juga menguji hulu ledak untuk rudal balistik taktis serta amunisi jarak jauh bagi howitzer swagerak kaliber 155 milimeter. (RAI)