Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID - Uganda memutuskan menutup sementara perbatasannya dengan Republik Demokratik Kongo (DRC) menyusul situasi epidemiologis akibat wabah Ebola, menurut Kementerian Kesehatan Uganda.
Dalam pernyataannya pada Rabu, kementerian menyebut penutupan dilakukan segera dengan beberapa pengecualian terbatas, seperti tim respons Ebola yang berwenang, operasi kemanusiaan, serta transportasi makanan dan kargo, yang tetap diperbolehkan masuk dengan protokol pemeriksaan dan pemantauan kesehatan yang ketat.
"Uganda untuk sementara menutup perbatasan dengan DRC, segera. Satu-satunya pengecualian adalah untuk tim respons Ebola yang berwenang, operasi kemanusiaan, transportasi makanan dan kargo, dan keamanan di bawah protokol pemeriksaan dan pemantauan kesehatan yang ketat," kata kementerian dalam pernyataan tersebut.
Pemerintah juga mewajibkan setiap orang yang kembali dari wilayah DRC ke Uganda untuk menjalani isolasi mandiri selama 21 hari di bawah pengawasan petugas kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyatakan bahwa wabah Ebola di DRC dan Uganda merupakan keadaan darurat yang berpotensi mengancam negara lain. Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 221 orang dilaporkan meninggal di DRC dengan dugaan Ebola.
Sebelumnya, wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo tercatat berakhir pada Oktober 2025. (FAD)