JAKARTA, AFU.ID — Myanmar memblokir 143.409 kartu SIM yang terindikasi judi online atau daring sepanjang Maret 2025 hingga Mei 2026. Langkah ini menjadi bagian dari operasi besar pemerintah memberantas jaringan perjudian dan penipuan online yang berkembang di negara tersebut.
Pemerintah Myanmar menemukan ribuan nomor tersebut dipakai untuk menyebarkan pesan massal berisi promosi judi online. Setelah melalui proses pemeriksaan, seluruh kartu SIM itu langsung diblokir permanen.
Selain itu, pemerintah Myanmar juga memutus akses terhadap 1.120 kartu SIM yang terhubung dengan rekening keuangan ilegal. "Kartu-kartu tersebut diketahui digunakan untuk mengirim sejumlah besar pesan identik yang berkaitan dengan judi online," tulis laporan harian pemerintah The Global New Light of Myanmar, Senin (23/6/2026).
Penindakan tidak berhenti pada kartu SIM. Otoritas turut menutup lebih dari 1.000 akun dompet digital yang terhubung dengan aktivitas judi online dan transaksi keuangan mencurigakan.
Pemerintah Myanmar juga memperluas pengawasan ke ruang digital dengan memblokir 102 situs web dan aplikasi perjudian antara Januari 2025 hingga April 2026. Pemblokiran dilakukan melalui pembatasan alamat IP guna mencegah akses masyarakat terhadap platform tersebut.
Dalam operasi yang sama, aparat turut menindak sejumlah pihak yang terlibat mempromosikan perjudian daring. Influencer media sosial hingga pelaku iklan digital menjadi sasaran karena dianggap membantu penyebaran aktivitas ilegal tersebut.
Gelombang pemberantasan ini melanjutkan operasi besar yang telah dilakukan Myanmar sejak tahun lalu terhadap markas-markas scam online dan judi online di wilayah perbatasan dengan Thailand. Kawasan tersebut selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai pusat aktivitas penipuan digital lintas negara.
Dalam salah satu penggerebekan terbesar, aparat mengamankan sedikitnya 1.590 warga negara asing yang masuk ke Myanmar secara ilegal dan terlibat dalam jaringan penipuan online. Banyak dari mereka beroperasi dari kompleks khusus yang digunakan sebagai pusat scam dan judi online.
Sindikat tersebut diketahui menjalankan berbagai modus kejahatan digital, mulai dari penipuan asmara hingga investasi palsu. Korban mereka tersebar di berbagai negara dengan nilai kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS setiap tahun.
Operasi besar yang digelar di kompleks Shwe Kokko juga menghasilkan penyitaan ribuan perangkat elektronik. "Selain itu, otoritas setempat telah menyita 2.893 komputer, 21.750 ponsel, 101 receiver satelit Starlink, 21 router, dan sejumlah besar material industri yang digunakan dalam aktivitas penipuan dan perjudian online," tulis The Global New Light of Myanmar, Sabtu (22/11/2025).
Sejak kudeta militer pada 2021, wilayah perbatasan Myanmar berkembang menjadi basis berbagai operasi scam dan judi online. Tekanan dari negara-negara tetangga, terutama China, mendorong pemerintah Myanmar meningkatkan operasi penindakan guna membatasi pertumbuhan industri kejahatan digital yang terus meluas. (ANT/RAI)