AFU.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menerima pertemuan bilateral dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, yakni YM Abdulla Salem Aldhahheri di Jakarta.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Dubes YM Abdulla Salem Aldhahheri menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia-UEA terus berkembang signifikan.
Ia menyampaikan bahwa Presiden Indonesia telah tiga kali berkunjung ke UEA serta kedua negara telah memperingati 50 tahun hubungan bilateral, dengan rencana kunjungan Presiden UEA ke Indonesia dalam waktu mendatang.
“Hubungan bilateral yang sebelumnya berfokus pada sektor tradisional seperti pelabuhan dan minyak kini telah berkembang ke sektor strategis, antara lain energi terbarukan, pertahanan, kesehatan, dan pendidikan,” ungkapnya.
Dubes UEA mencontohkan sejumlah kerja sama konkret, seperti pendirian rumah sakit jantung di Solo, dan pengembangan pusat studi mangrove di Bali.
Hingga kerja sama pendidikan antara Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan Universitas Zayed di bidang humaniora yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan mendorong alih pengetahuan.
Dubes UEA juga menyampaikan apresiasi atas kemudahan layanan keimigrasian bagi warga negara UEA yang jumlahnya terus meningkat.
Meski demikian, Ia mencatat masih terdapat potensi kerja sama yang perlu diperkuat, termasuk di sektor panas bumi bersama PT Pertamina yang saat ini belum sepenuhnya bersifat bilateral.
Menanggapi hal tersebut, Menko Yusril Ihza Mahendra menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin, khususnya di bidang perdagangan serta energi minyak dan gas.
Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.
“Pembentukan Danantara sebagai lembaga investasi pemerintah serta kerja sama dengan Dubai Fund diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.
Menko Kumham Imipas menegaskan bahwa kerja sama Indonesia-UEA berpotensi diperluas ke bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan.
Ia juga mengapresiasi dukungan UEA dalam pembangunan masjid dan fasilitas kesehatan.
Serta berharap kerja sama di bidang kedokteran dapat ditingkatkan untuk mengatasi keterbatasan dokter dan rumah sakit berteknologi tinggi di Indonesia.
Di bidang keimigrasian dan transportasi udara, Yusril Ihza Mahendra menyambut baik meningkatnya mobilitas masyarakat kedua negara.
Ia membuka peluang kajian pembebasan visa secara timbal balik serta kerja sama penerbangan, khususnya untuk mendukung peningkatan layanan jemaah umrah.
Menanggapi hal tersebut, Dubes UEA menyatakan bahwa Etihad Airways tengah merencanakan pembukaan penerbangan langsung Abu Dhabi-Medan dan Abu Dhabi-Surabaya.
Sementara Emirates Airlines sedang mengurus perizinan pengoperasian pesawat berbadan lebar guna meningkatkan konektivitas penerbangan Indonesia-UEA.