MANILA, AFU.ID - Badan Pertahanan Sipil (OCD) Filipina mengkonfirmasi sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat fenomena siklon tropis Luis dan Maymay serta angin monsun barat daya atau habagat di Filipina, sedangkan yang terdampak telah meningkat menjadi sekitar 5,08 juta orang yang berada di 10 daerah, Senin, 17 Agustus 2026. Juru Bicara OCD Diego Mariano mengatakan warga yang terdampak setara dengan 1,45 juta keluarga di sejumlah daerah. Mereka tersebar di Ilocos, Cagayan Valley, Central Luzon, Bicol, Western Visayas, Zamboanga Peninsula, Calabarzon, Kotamadya Cordillera, area ibu kota negara, dan Mimaropa.
Menurut Mariano, sebanyak 523 pusat evakuasi telah menampung sebanyak 7.182 keluarga atau sekitar 24.893 orang, dengan jumlah bantuan yang telah disalurkan hingga saat ini sebanyak 734,1 juta peso Filipina (sekitar Rp212,72 miliar). Jumlah korban tewas akibat bencana dilaporkan sebanyak 23 orang, yakni 15 orang di Benguet, tiga orang masing-masing di Rizal dan Batangas, serta satu orang masing-masing di La Union, dan Quezon.
Selain itu jumlah korban terluka tercatat sebanyak 17 orang, dan satu orang dinyatakan dalam pencarian. "Sebanyak 182 rumah rusak berat dan 1.681 rumah rusak sebagian," kata Mariano, Senin (17/8/2026).
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah di 12 provinsi juga melakukan penyesuaian waktu kerja pada Senin akibat hujan lebat yang disebabkan oleh fenomena monsun itu. Berdasarkan Edaran Memorandum No 127 yang diterbitkan oleh Malacanang atas rekomendasi Dewan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional, penyesuaian waktu aktivitas itu berlaku di Metro Manila, Provinsi Zambales, Provinsi Bataan, Provinsi Bulacan, Provinsi Pampanga, Provinsi Tarlac, Provinsi Nueva Ecija, Provinsi Cavite, Provinsi Batangas, Provinsi Rizal, Provinsi Laguna, Provinsi Quezon, dan Provinsi Occidental Mindoro.