JAKARTA, AFU.ID — Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Malaysia, Anwar Ibrahim, resmi mengumumkan paket Anggaran Malaysia 2027 bernilai belanja federal 459,8 miliar ringgit (setara Rp2.014 triliun) di parlemen pada Jumat (9/10/2026). Rencana anggaran komprehensif ini membawa angin segar bagi warga Negeri Jiran lewat reformasi upah nasional, peningkatan alokasi subsidi energi masif, hingga pemangkasan beban pajak bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah (M40).
Dalam pidato resminya, PM Anwar mengumumkan kenaikan upah minimum nasional (UMR) dari RM 1.700 (sekitar Rp7,44 juta) menjadi RM 2.000 atau sekitar Rp8,75 juta per bulan. Tak berhenti di situ, Pemerintah Madani juga menetapkan standar upah minimum bagi pekerja semiterampil dan lulusan perguruan tinggi sebesar RM 2.500 (sekitar Rp10,94 juta), serta menaikkan standar gaji di lingkungan BUMN dan perusahaan investasi pemerintah (Government-Linked Company/GLC) menjadi RM 3.400 atau setara Rp14,88 juta per bulan.
"Anggaran 2027 yang saya persembahkan hari ini adalah langkah penting dalam upaya berkelanjutan pemerintah MADANI untuk meningkatkan martabat setiap warga Malaysia, dengan aspirasi untuk mencapai langit dan menanamkan akar di bumi," ungkap Anwar Ibrahim melalui akun Instagram resminya, @anwaribrahim_my, Sabtu (10/10/2026).
Selain penguatan pendapatan pekerja, paket kebijakan fiskal ini menaruh perhatian besar pada perlindungan daya beli kelas menengah (M40) yang terhimpit kenaikan biaya hidup. Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan tarif pajak pendapatan individu untuk kelompok penghasilan bercukai tertentu menjadi 24 persen, disertai kenaikan batas pelepasan (ptkp) pajak individu. "Pemerintah mendengar kekhawatiran kelompok berpenghasilan menengah (M40), yang telah bertahan dengan sabar meskipun juga terhimpit biaya hidup," tegas Anwar di hadapan anggota parlemen.
Untuk menopang stabilitas ekonomi rumah tangga dari ancaman krisis energi di Asia Barat, Pemerintah Malaysia mengalokasikan anggaran subsidi dan bantuan kerakyatan fantastis yang melampaui RM 80 miliar (sekitar Rp350,26 triliun). Dari nilai tersebut, sebesar 40 miliar ringgit atau sekitar Rp175,13 triliun disiapkan khusus untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan populasi Malaysia mencapai 34,4 juta jiwa, porsi subsidi BBM tersebut bernilai rata-rata Rp5,09 juta per jiwa per tahun atau sekitar Rp424.000 per bulan.
Guna memastikan jarring pengaman sosial berjalan efektif, bantuan tunai langsung melalui Sumbangan Tunai Rahmah (STR) dan Sumbangan Asas Rahmah (SARA) turut ditingkatkan menjadi 16 miliar ringgit (sekitar Rp70 triliun). Lewat skema ini, setiap keluarga penerima manfaat akan mengantongi bantuan tunai berkala hingga RM 1.800 (Rp7,88 juta) per tahun, ditambah insentif khusus SARA sebesar RM 200 menjelang Hari Raya Idul Fitri dan peringatan 70 tahun kemerdekaan Malaysia.
"Upaya untuk mengendalikan tekanan biaya hidup juga diperkuat melalui peningkatan upah minimum dan langkah-langkah untuk memastikan bahwa mahasiswa menerima upah yang layak, bersama dengan berbagai inisiatif dan reformasi penting lainnya... Insha-Allah, semua mesin pemerintah MADANI akan terus bekerja keras untuk memperkuat ekonomi negara dan memastikan bahwa buah kemakmuran dibagikan secara adil kepada setiap warga Malaysia," pungkas Anwar. (MAR)