JAKARTA, AFU.ID - Inggris meningkatkan persediaan rudal pertahanan udara jarak pendek Martlet sebagai langkah antisipasi terhadap potensi konflik dengan Iran. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran akan ancaman serangan terhadap pangkalan-pangkalan sekutu di kawasan Timur Tengah.
Rudal Martlet merupakan rudal berpemandu laser yang mampu melaju hingga kecepatan Mach 1,5 dengan jangkauan lebih dari 6 kilometer. Rudal ini sedang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Prancis, Thales Air Defence, untuk kebutuhan militer Inggris.
Sebagai rudal berpemandu multiguna, Martlet dapat digunakan pada berbagai platform, termasuk helikopter, kapal, kendaraan darat, hingga sistem pertahanan udara portabel yang dapat dioperasikan personel di lapangan.
Rudal tersebut memiliki berat 13 kilogram, panjang 1,3 meter, dan diameter 76 milimeter.
Menurut laporan The Times, Inggris saat ini tengah mengisi kembali stok ratusan rudal berteknologi tinggi yang dirancang untuk menghadapi ancaman drone. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya risiko serangan dari Iran atau kelompok yang didukung Teheran terhadap fasilitas militer sekutu di Timur Tengah.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa pasukan khusus Inggris yang bertugas di kawasan Timur Tengah akan mulai menerima rudal Martlet dalam beberapa bulan mendatang.
Sebelumnya pada April, surat kabar i Paper melaporkan bahwa sejumlah pejabat Inggris mengkhawatirkan kemungkinan serangan Iran terhadap pangkalan gabungan Inggris-Amerika Serikat serta kedutaan besar Inggris di Timur Tengah yang digunakan untuk koordinasi militer dengan Washington apabila situasi konflik semakin memanas.
Sementara itu, pada Maret lalu, pangkalan militer Inggris di Akrotiri, Siprus, dilaporkan menjadi target serangan drone. Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan drone tersebut diduga berasal dari Lebanon atau Irak. (ANT/FAD).