AFU.id

Akumulasi Kekecewaan UEA hingga Akhirnya Cabut dari OPEC

Bagikan:

Penulis: Erik Erfinanto

Ringkasan Berita

Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi mengumumkan keluar dari OPEC dan aliansi OPEC+ yang akan berlaku pada 1 Mei 2026, sebagai respons terhadap ketidakpuasan terhadap pemimpin OPEC, Arab Saudi, dan untuk mengoptimalkan kapasitas produksi minyak mereka yang terbatas oleh kuota OPEC. UEA berencana untuk meningkatkan produksi minyak harian hingga 30 persen dan memanfaatkan Pelabuhan Fujairah sebagai jalur distribusi yang lebih fleksibel, di tengah ketegangan geopolitik yang melanda kawasan. Keputusan ini menandakan pergeseran strategi antara UEA yang lebih fokus pada volume produksi dan Saudi yang cenderung mengutamakan harga tinggi melalui pemotongan produksi.

Akumulasi Kekecewaan UEA hingga Akhirnya Cabut dari OPEC
Menteri Energi UEA, Suhail Mohamed al-Mazrouei (Dok. Foto AFU)

Sentimen Berita

93% sumber condong ke netral

Kiri7%
Suara
Netral93%
IDN Times
Okezone
Kompas
Liputan6
ANTARA
Bisnis Indonesia
CNBC Indonesia
CNN Indonesia
Tempo
Merdeka
Jawa Pos
Kontan
BeritaSatu
Kanan0%

Berita Terkait

Pilihan Redaksi