JAKARTA, AFU.ID — Polisi belum menemukan tanda kekerasan secara kasatmata pada tubuh dokter residen anestesi Alex Cristo Loris yang ditemukan meninggal di semak samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau. Penyebab kematian korban masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan barang yang ditemukan di lokasi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan seluruh barang pribadi korban ditemukan dalam keadaan utuh. Di antara barang tersebut terdapat telepon genggam, headset, ampul, serta alat suntik. “Secara kasatmata kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” kata Raja, Rabu (15/7/26).
Polisi belum menjelaskan isi ampul maupun keterkaitan alat suntik tersebut dengan kematian korban. Seluruh barang diamankan dan diperiksa bersama hasil pemeriksaan medis forensik sehingga belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian. Alex terakhir terlihat meninggalkan lingkungan RSUD Tengku Rafian seorang diri pada Senin pukul 18.06 WIB. Pergerakannya keluar melalui area depan rumah sakit terekam kamera pengawas.
Sejak malam itu, Alex tidak dapat dihubungi karena telepon genggamnya tidak aktif. Istri korban dan pihak rumah sakit kemudian melakukan pencarian serta memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui arah terakhir korban berjalan. Pencarian berakhir pada Selasa sekitar pukul 11.30 WIB. Petugas keamanan menemukan tubuh Alex di semak belukar sekitar lima meter dari pagar rumah sakit dan 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.
Telepon genggam korban kemudian ditemukan masih berada di dalam tas. Polisi juga tidak menemukan indikasi awal adanya barang pribadi yang diambil dari korban. Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani autopsi. Polisi belum menyimpulkan apakah terdapat unsur tindak pidana karena hasil pemeriksaan forensik masih ditunggu.
Alex merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi Universitas Riau. Ia baru mulai menjalani pendidikan klinis di RSUD Tengku Rafian sejak 1 Juli 2026 dan tinggal di mess rumah sakit selama bertugas di Siak. Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa sejak korban meninggalkan rumah sakit hingga ditemukan meninggal. Polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum penyebab kematian dipastikan melalui hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium. (RHU)