JAKARTA, AFU.ID — Rencana penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek mendapat perhatian DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak mengurangi anggaran pengembangan transportasi umum meski kenaikan tarif dinilai dapat menekan beban subsidi.
Tambahan penerimaan dari penyesuaian tarif seharusnya menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas layanan, bukan alasan mengurangi investasi pada sektor transportasi publik. Menurutnya, pengembangan angkutan umum harus tetap menjadi prioritas. "Tentu kenaikan tarif juga bisa mengurangi beban subsidi yang selama ini diberikan. Namun, itu tidak berarti berkurangnya alokasi anggaran untuk angkutan umum," kata Wahyu, Senin (6/7/2026).
Ia menilai pemerintah perlu menjaga keberlanjutan layanan transportasi umum di tengah meningkatnya kebutuhan subsidi. Selain mempertahankan kualitas pelayanan, Pemprov DKI juga didorong terus memperluas pengembangan sistem transportasi publik, baik di Jakarta maupun kawasan Jabodetabek, melalui peningkatan kenyamanan, ketepatan waktu, integrasi antarmoda, hingga penyediaan infrastruktur pendukung.
Wahyu juga menanggapi usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) yang mengusulkan tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 dan skema tiket berlangganan sebesar Rp200.000 per bulan. Menurutnya, kedua usulan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh, termasuk mempertimbangkan waktu penerapan dan dampaknya terhadap masyarakat.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memastikan penyesuaian tarif Transjabodetabek tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menegaskan layanan Transjakarta merupakan bagian dari pelayanan publik atau Public Service Obligation (PSO), sehingga keterjangkauan tarif tetap menjadi perhatian utama pemerintah.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan besaran tarif baru maupun rute yang akan mengalami penyesuaian. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyebut beberapa rute Transjabodetabek, termasuk Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, akan disesuaikan tarifnya karena besarnya subsidi yang harus ditanggung pemerintah. (RAI)