JAKARTA, AFU.ID — Nama Fathimah Azzahra kembali menjadi sorotan setelah berada di barisan depan aksi BEM Universitas Indonesia (UI) menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (18/08/2026). Wakil Ketua BEM UI 2026 itu terlibat adu argumen dengan polisi ketika pergerakan massa dan mobil komando tertahan di kawasan Dukuh Atas. Namun, kemunculan Fathimah dalam aksi tersebut bukan kali pertama namanya ramai dibicarakan publik.
Dalam beberapa bulan terakhir, Fathimah berulang kali menjadi perhatian melalui perdebatan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), respons pemerintah terhadap kritik mahasiswa, hingga demonstrasi di Jakarta. Di balik penampilannya dalam berbagai forum tersebut, Fathimah tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran UI angkatan 2023. Ia juga memiliki rekam jejak organisasi kampus dan prestasi di bidang penelitian kedokteran.
Momen pertama yang membuat namanya banyak diperbincangkan terjadi ketika Fathimah mengkritik prioritas pemerintah dalam pelaksanaan MBG. Dalam sebuah diskusi pada Juni 2026, ia mempertanyakan apakah program tambahan seperti makanan gratis seharusnya didahulukan ketika masih ada anak-anak yang menghadapi persoalan akses dan infrastruktur pendidikan. Fathimah menekankan dirinya tidak menolak pentingnya pemenuhan gizi, tetapi menilai kebutuhan dasar pendidikan juga harus terlebih dahulu dipastikan terpenuhi.
Pernyataan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memunculkan perdebatan mengenai prioritas anggaran pemerintah. Nama Fathimah ikut menjadi pencarian setelah potongan diskusinya beredar dan mendapat beragam respons. Gaya penyampaiannya yang lugas dan terstruktur turut menjadi bagian yang banyak dibicarakan warganet.
Momen kedua muncul ketika kritik mengenai MBG tersebut sampai mendapat respons dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato pada Juli 2026, Prabowo menyinggung pihak yang dianggap memandang persoalan perut lapar bukan sebagai masalah utama. AFU.ID saat itu mencatat pernyataan tersebut muncul setelah polemik yang berkembang dari kritik Fathimah terhadap argumentasi pemerintah mengenai MBG.
Fathimah kemudian kembali muncul dalam diskusi publik membahas MBG, anggaran pendidikan hingga persoalan akses masuk perguruan tinggi. Dalam salah satu perdebatan pada Juli, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari bahkan menantang argumentasi BEM UI mengenai data yang digunakan. Perdebatan tersebut membuat sosok Fathimah tetap berada dalam percakapan publik setelah polemik MBG sebelumnya.
Momen ketiga terjadi dalam aksi BEM UI bertajuk “Merebut Kemerdekaan” pada 18 Agustus 2026. Massa mahasiswa yang hendak bergerak menuju Bundaran HI tertahan barikade aparat di kawasan Dukuh Atas dan Jalan Jenderal Sudirman. Ketegangan meningkat ketika mahasiswa dan polisi berdebat mengenai mobil komando serta pengaturan pergerakan massa.
Dalam situasi tersebut, Fathimah terlihat beberapa kali berhadapan langsung dengan aparat. Salah satu momen yang kemudian menyebar luas terjadi saat ia menggunakan pengeras suara untuk meminta kesempatan mengatur barisan mahasiswa yang disebut mulai terhimpit. “Bagi saya nyawa teman-teman saya lebih berharga,” kata Fathimah dari atas mobil komando.
Afu.id sebelumnya juga mencatat Fathimah mempersoalkan larangan penggunaan mobil komando yang menurutnya dibayar menggunakan dana BEM. Ia menilai apabila kepolisian keberatan dengan keberadaan kendaraan tersebut, seharusnya dilakukan komunikasi dan negosiasi dengan mahasiswa. Dalam ketegangan itu, Fathimah tetap mengatakan keselamatan peserta aksi menjadi pertimbangan utama.
Sehari setelah aksi, Fathimah mengatakan keberhasilan demonstrasi tidak semata ditentukan apakah mahasiswa mampu mencapai Bundaran HI. Ia menyatakan mahasiswa memilih tidak memaksakan diri menerobos barikade karena tidak ingin peserta aksi terluka. Pernyataan tersebut kembali beredar dan memperpanjang perhatian publik terhadap sosoknya setelah demonstrasi berakhir.
Di luar aktivitas demonstrasi, latar belakang Fathimah cukup berbeda dari figur mahasiswa yang identik dengan bidang politik atau hukum. Ia menempuh pendidikan Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran UI sejak 2023. Pada 2025, Fathimah tercatat menjabat Kepala Komisi II Dewan Perwakilan Mahasiswa UI setelah sebelumnya menjadi Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI pada 2024.
Fathimah juga memiliki catatan prestasi akademik. Bersama Robby Malik Chandra Sudrajat, Nabila Najwa Nurisma dan Alya Citra, ia meraih Juara I Oral Presentation pada The 17th Liver Update 2025 yang berlangsung pada 25–27 April 2025 di Jakarta. Prestasi tersebut tercatat dalam laporan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Perjalanan dari ruang penelitian kedokteran hingga berada di garis depan demonstrasi membuat profil Fathimah mendapat perhatian di luar lingkungan kampus UI. Dalam waktu beberapa bulan, namanya muncul dalam tiga rangkaian isu berbeda, mulai dari kritik terhadap MBG, perdebatan dengan perwakilan pemerintah, hingga ketegangan dengan aparat dalam aksi Bundaran HI. Ketiga momen itu pula yang membuat Fathimah Azzahra kini menjadi salah satu figur mahasiswa yang paling sering muncul dalam pemberitaan sepanjang 2026. (RHU)