AFU.ID, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) sedang bersiap menyambut struktur baru, yakni Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren.
Kehadiran Ditjen ini diproyeksikan menjadi katalisator utama dalam pengembangan ekonomi umat berbasis pesantren di Indonesia.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) dan Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemenag, Thobib Al Asyhar mengungkapkan bahwa momentum ini merupakan sejarah baru bagi dunia pendidikan keagamaan.
Ia menyebut bahwa peresmian Ditjen Pesantren akan segera disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Thobib, salah satu mandat strategis dari pembentukan Ditjen ini adalah akselerasi ekonomi umat.
Pesantren tidak lagi hanya dipandang sebagai pusat literasi keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi keumatan yang mandiri.
“Ini adalah momentum yang sangat penting. Kita akan memiliki Ditjen Pesantren yang salah satu fungsi krusialnya adalah pengembangan ekonomi umat melalui ekosistem pesantren,” ujar Thobib di Serang pada Minggu, 8 Februari 2026.
Lebih lanjut, Thobib menjelaskan komitmen pemerintah dalam mendukung visi ini.
Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan lahan seluas 4000 meter yang salah satunya diperuntukkan bagi pembangunan gedung-gedung organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam.
Di kawasan tersebut, rencananya akan dikelola sebuah inisiatif besar yang disebut sebagai Lembaga Pengelolaan Dana Umat (LPDU).
“Presiden telah menyampaikan ketersediaan lahan tersebut untuk kepentingan pengembangan ekonomi umat. Nantinya, melalui Lembaga Pengelolaan Dana Umat ini, sinergi dengan dunia pesantren akan semakin kuat dan terstruktur,” tambahnya.
Terkait progres pembentukan, Thobib memastikan bahwa proses administrasi Ditjen Pesantren saat ini sudah hampir rampung.
Pihak Kemenag kini sedang menunggu pengesahan serta arahan lebih lanjut dari Presiden, termasuk mengenai sosok yang akan dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal Pesantren yang pertama.
Kehadiran Ditjen Pesantren diharapkan mampu memberikan perhatian yang lebih spesifik, mendalam, dan komprehensif terhadap puluhan ribu pesantren di seluruh penjuru negeri, sekaligus membawa marwah pesantren ke level yang lebih tinggi dalam pembangunan nasional.