JAKARTA, AFU.ID — Ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Biak, Papua, menewaskan enam warga. Tiga orang lainnya masih dilaporkan hilang, sementara sembilan rumah rusak akibat ledakan tersebut.
Peristiwa ini tidak berhenti sebagai ledakan tunggal di permukiman warga. Tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Papua kembali menemukan tiga mortir dan 30 butir amunisi di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan temuan bahan peledak itu didapat saat tim melakukan pembersihan di sekitar tempat kejadian perkara. Seluruh bahan peledak yang ditemukan kemudian dimusnahkan petugas.
“Berbagai jenis bahan peledak itu ditemukan saat tim Jibom melakukan pembersihan di sekitar TKP,” kata Ari, Rabu, (3/6/2026).
Sebelumnya, petugas juga menemukan dua granat di sekitar lokasi ledakan. Temuan itu membuat sterilisasi kawasan harus dilakukan sebelum tim laboratorium forensik dan penyidik masuk untuk olah tempat kejadian perkara.
Tim Disaster Victim Identification Polda Papua juga dikirim ke Biak untuk mengidentifikasi temuan tim SAR gabungan. Temuan itu disimpan di kamar jenazah RSUD Biak sebelum proses identifikasi dilakukan.
Ari mengatakan olah tempat kejadian perkara belum bisa dilakukan sebelum area dinyatakan aman dari bahan peledak. Polisi masih menunggu proses sterilisasi oleh tim Gegana Brimob Polda Papua.
“Setelah TKP dinyatakan bersih dari bahan peledak baru olah TKP dilakukan,” kata Ari.
Ledakan terjadi pada Minggu, (31/5/2026), di kawasan permukiman warga. Polisi menyebut bom yang meledak diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II.
Tim SAR gabungan masih mencari tiga warga yang dilaporkan hilang. Pencarian dilakukan di sekitar lokasi dan kawasan pantai, karena ledakan terjadi tidak jauh dari wilayah pesisir.
Kasus ini membuka kembali persoalan lama di Biak sebagai wilayah yang menyimpan jejak Perang Dunia II. Bahan peledak tua yang tertinggal puluhan tahun masih bisa menjadi ancaman ketika berada dekat permukiman warga.
Polisi menyatakan penyebab pasti ledakan baru bisa dipastikan setelah olah tempat kejadian perkara selesai. Hingga kini, fokus petugas masih pada sterilisasi lokasi, identifikasi korban, dan pencarian warga yang belum ditemukan. (RHU)