JAKARTA, AFU.ID — Produk Kampung Nelatan Merah Putih (KNMP) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah mencatatkan hasil yang positif.
Melansir website Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), Sabtu (30/5/2026), kedua program prioritas nasional (PSN) tersebut berhasil menembus ritel modern.
Selain itu, hasil produksinya terpakai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Makan Bergizi Gratis (SPPG MBG) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP RI, Machmud, menyampaikan potensi transaksi mencapai sekitar Rp1,84 miliar.
“Komoditas utamanya antara lain udang, nila, dan lele,” ungkap Machmud.
Yang mana, tiga KNMP dan tiga KDMP budi daya tematik bioflok di Bantul mencapai kesepakatan dengan lima Yayasan Mitra BGN.
Sebagai informasi, Yayasan Mitra BGN menaungi sekitar 40 SPPG MBG, 5 UMKM, 2 supplier lokal dan 1 ritel modern.
Nilai tersebut menunjukkan tingginya peluang pasar produk perikanan dari kawasan KNMP dan KDMP budi daya tematik bioflok dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat hingga MBG.
“Ini sekaligus memfasilitasi akses pasar bagi para pelaku usaha perikanan,” tutur Machmud.
Oleh karenanya, KKP RI terus mengupayakan perluasan akses pasar bagi komoditas perikanan hasil KNMP dan KDMP budi daya tematik bioflok.
Machmud menyatakan, kegiatan KNMP Bantul merupakan langkah konkret Direktorat Jenderal (Ditjen) PDSPKP KKP RI dalam memperkuat daya saing produk kelautan dan perikanan serta pembangunan rantai pasok yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
“Sinergi ini bukti bahwa kita bersama-sama bisa mendukung program penyediaan pangan bergizi berbasis protein ikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sakti Wahyu Trenggono selaku Menteri KKP RI menegaskan komitmen kementeriannya untuk memperkuat ekosistem usaha perikanan melalui pengembangan akses pasar, penguatan kemitraan, dan peningkatan daya saing produk perikanan.
“Ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan penyediaan pangan bergizi bagi seluruh masyarakat,” paparnya. (ADR)