Sudah Terjual di Pasar Modal Indonesia
Sementara itu, Samsul Hidayat selaku Direktur Utama (Dirut) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyebut sejumlah pihak yang terlibat dalam pengembangan ETF Emas Indonesia. Mereka adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), SRO, MI, bank kustodian, dealer participant, bank bulion, dan seluruh pelaku industri di pasar modal Indonesia. Berkat kolaborasi itu, seluruh proses pembentukan berlangsung dalam satu ekosistem bullion nasional.
Samsul Hidayat menjelaskan, ekosistem tersebut terdiri dari penyediaan emas fisik sebagai aset dasar. Kemudian pencatatan Electronic Gold Receipt (EGR) di KSEI sebagai representasi kepemilikan elektronik atas emas. Hingga perdagangan unit penyertaan ETF Emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagai informasi, KSEI mencatat pendaftaran lima ETF Emas tersebut pada 6-7 Agustus 2026 lalu. Pada saat yang sama juga mencatat pendaftaran EGR PT Pegadaian pada 3 Agustus 2026. “Ini merupakan simbol harapan pada masa keemasan pasar modal Indonesia untuk dapat berkontribusi menuju Indonesia emas di tahun 2045,” papar Samsul Hidayat.
Baca Juga
Dengan demikian, peluncuran ETF Emas bukan sekadar menambah produk investasi di BEI. Instrumen itu menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan emas fisik, ekosistem bullion, infrastruktur kustodian, dan pasar modal dalam satu ekosistem investasi. “Mulai hari ini, emas juga resmi ‘naik kelas’ ke lantai bursa,” ucap Samsul Hidayat.
Di sisi lain, Iding Pardi yang menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI menyatakan kelima MI telah menyelesaikan proses pencatatan dan siap memperdagangkan ETF Emas di pasar modal. Sedangkan, terdapat dua MI yang masih dalam tahap persiapan untuk bergabung dalam ekosistem investasi baru tersebut.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik sebelumnya juga menjelaskan, regulasi ETF Emas telah terbit dan tujuh MI yang mengajukan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan. Artinya, peluncuran kelima produk pada hari ini merupakan realisasi dari proses pengembangan instrumen yang telah BEI dan OJK persiapkan sebelumnya.
Daftar 5 ETF Emas di Indonesia
Sebagai informasi, ETF Emas merupakan instrumen investasi berbentuk reksa dana yang perdagangannya melalui pasar modal (BEI) dengan acuan aset dasar berupa emas. Melalui produk ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa perlu membeli maupun menyimpan emas fisik secara langsung. Berikut ini daftar lima ETF Emas yang telah dicata dan mulai diperdagangkan di BEI per Senin (10/8/2026):
1. XSGO - Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold
Jumlah penyertaan awal dalam pencatatan perdana 1.500.000 unit, dengan harga Rp1.021 per unit penyertaan. PT Syailendra Capital tercatat sebagai manajer investasi.
2. XGLD - Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia
Jumlah penyertaan awal dalam pencatatan perdana 6.000.000 unit, dengan harga Rp256 per unit penyertaan. PT Indo Premier Investment Management tercatat sebagai manajer investasi.
Baca Juga
3. XDES - Reksa Dana Syariah BRI MI Gold ETF Syariah
Jumlah penyertaan awal dalam pencatatan perdana 1.700.000 unit, dengan harga Rp1.000 per unit penyertaan. PT BRI Manajemen Investasi tercatat sebagai manajer investasi.
4. XTRA - Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas
Jumlah penyertaan awal dalam pencatatan perdana 48.000.000 unit, dengan harga Rp248 per unit penyertaan. PT Trimegah Asset Management tercatat sebagai manajer investasi.
5. XMES - Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas
Jumlah penyertaan awal dalam pencatatan perdana 6.600.000 unit, dengan harga Rp757 per unit penyertaan. PT Mandiri Manajemen Investasi tercatat sebagai manajer investasi. (ADR)






























