Lima jalur pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani, yaitu Sembalun, Senaru, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik, resmi dibuka kembali setelah ditutup akibat kebakaran hutan. Pembukaan ini dilakukan setelah evaluasi dan assessment pada 30 September hingga 1 Oktober 2026, yang memastikan bahwa kebakaran telah padam dan sarana prasarana pendakian aman digunakan. Jalur Senaru, yang sebelumnya ditutup, dinyatakan dapat digunakan kembali mulai 3 Oktober 2026, sehingga seluruh jalur pendakian di kawasan tersebut kini dapat diakses kembali dengan memperhatikan keamanan pengunjung.
Petugas gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran lahan di kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (2/10/2026). ANTARA/HO-Balai TNGR NTB.
JAKARTA, AFU.ID — Lima jalur wisata pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan. Kelima jalur tersebut yakni Sembalun, Senaru, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik. Pembukaan dilakukan setelah Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan evaluasi dan assessment pada 30 September hingga 1 Oktober 2026.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan kebakaran telah padam dan sarana prasarana pendakian aman digunakan. Petugas juga mendata vegetasi serta luas kawasan yang terdampak kebakaran. Hal tersebut tertuang dalam Pengumuman Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Nomor PG.8/T.39/TU/KSA.04.01/B/10/2026 yang ditetapkan di Mataram pada 2 Oktober 2026.
Kebakaran sebelumnya terjadi di kawasan Bukit Setampol dan Puncak Sangkareang, wilayah Resor Torean, serta Pelawangan Senaru, Resor Senaru, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menyatakan proses pemadaman kebakaran di kawasan tersebut telah selesai. Setelah pemadaman selesai, petugas bersama sejumlah stakeholder turun melakukan evaluasi lapangan untuk memastikan kondisi kawasan dan fasilitas pendakian.
Assessment tersebut melibatkan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Jabalnusra, Brimob Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda NTB, Polres Lombok Utara, Polsek Bayan, Koramil Bayan, KPH Rinjani Barat, Unit SAR Lombok Timur, Masyarakat Peduli Api (MPA), porter, serta Forum Wisata Lingkar Rinjani. Selain memastikan tidak ada lagi api, tim memeriksa sarana dan prasarana pendakian serta mendata kondisi vegetasi dan luas area yang terbakar.
Jalur wisata pendakian Senaru yang sebelumnya ditutup dinyatakan dapat kembali digunakan mulai 3 Oktober 2026. Dengan dibukanya jalur Senaru, seluruh lima jalur wisata pendakian TN Gunung Rinjani kembali beroperasi. Kelima jalur tersebut meliputi:
1. Sembalun
2. Senaru
3. Timbanuh
4. Tetebatu
5. Aik Berik
Pembukaan kembali jalur dilakukan setelah hasil evaluasi menyatakan kondisi kawasan dan fasilitas pendakian dapat digunakan dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung.