JAKARTA, AFU.ID — Rocky Gerung resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Beberapa hari setelah pelantikan, Rocky menyinggung derasnya kritik dari netizen terhadap keputusannya masuk ke lingkungan pemerintahan.
Rocky bahkan berkelakar dengan meminta Kepala Bakom RI yang baru, Syahganda Nainggolan, ikut memulihkan citranya di hadapan publik. Candaan tersebut disampaikan ketika Rocky mendapat kesempatan berbicara dalam acara serah terima jabatan di auditorium Bakom RI, Jakarta. “Tugas pertama Syahganda adalah ini diwajibkan oleh Wantimpres, tugas pertama Syahganda, memulihkan nama baik saya di publik,” kata Rocky saat acara serah terima jabatan di lingkungan Badan Komunikasi (Bakom) Republik Indonesia, Selasa (6/10/2026).
Mantan dosen Filsafat UI itu mengaku selama tiga hari menjadi sasaran cacian dan hinaan di media sosial setelah resmi menjadi Wantimpres. Rocky juga menyebut tidak ada pihak yang membelanya selama menghadapi reaksi tersebut. “Udah tiga hari, dicaci, dihina, dilecehkan. Engga ada satu pun yang belain gue,” ujarnya sambil berkelakar.
Keputusan Rocky masuk pemerintahan kembali mengingatkan pada pernyataannya pada 26 Januari 2019. Saat itu, ia pernah berjanji akan tetap mengkritik Prabowo jika kelak menjadi presiden, bahkan menyebut batas waktu 12 menit setelah pelantikan. “Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik, catat jejak digital hari ini,” kata Rocky dalam acara deklarasi alumni perguruan tinggi untuk pemenangan Prabowo-Sandiaga.
Rocky menegaskan, posisi barunya tidak membuat sikap kritis dan pandangannya berubah. Ia mengatakan perannya di Wantimpres lebih berkaitan dengan memberikan pertimbangan mengenai dampak dan arah kebijakan, bukan menangani urusan teknis pemerintahan. “Saya cuma pindah dari luar ke dalam, apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Justru lebih enak di dalam,” ujar Rocky. (RAI)