JAKARTA, AFU.ID — Presiden menunjuk Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian pada Kamis (15/10/2026). Sebelum masuk ke jajaran pemerintahan, Alim dikenal sebagai akademisi dan pakar agribisnis yang lama berkarier di lingkungan IPB University, hingga akhirnya menjabat sebagai rektor perguruan tinggi tersebut untuk periode 2023-2028. Berdasarkan rekam jejak akademiknya, Alim banyak menekuni bidang teknologi industri pertanian, pemasaran hasil pertanian, manajemen rantai pasok, dan pengembangan agribisnis.
Lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 27 Februari 1982, Alim menempuh pendidikan tinggi seluruhnya di bidang yang berkaitan dengan pertanian dan agribisnis. Ia meraih gelar sarjana Teknologi Industri Pertanian dari IPB University pada 2005 dan menyelesaikan program magister di kampus yang sama pada 2009. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan doktoral di Ehime University, Jepang, dan meraih gelar doktor pada 2017 dengan fokus keilmuan di bidang agribisnis dan pemasaran pertanian.
Karier Alim berkembang hampir seluruhnya di lingkungan akademik IPB. Ia pernah menjabat Asisten Rektor pada 2007 hingga 2013 sebelum dipercaya menjadi Kepala Kantor Sekretariat Rektor pada 2013-2014. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam meniti jenjang kepemimpinan di salah satu perguruan tinggi pertanian terbesar di Indonesia.
Pada periode berikutnya, Alim dipercaya menjabat Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier IPB University selama 2018-2023. Setelah itu, ia menduduki jabatan Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur. Posisi tersebut membuatnya terlibat dalam pengelolaan sumber daya kampus, pembangunan infrastruktur, serta penguatan kapasitas kelembagaan IPB.
Kariernya mencapai puncak ketika ditetapkan sebagai rektor pengganti antarwaktu pada Desember 2025. Penunjukan itu dilakukan setelah Arif Satria mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sejak saat itu, Alim memimpin IPB dengan fokus pada penguatan inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis pertanian.
Dalam berbagai kesempatan, Alim kerap menyoroti pentingnya membangun sistem pertanian yang tidak hanya kuat di sektor produksi, tetapi juga pada distribusi dan pemasaran. Keahliannya mencakup manajemen operasi, rantai pasok, metode kuantitatif, hingga manajemen kualitas. Bidang-bidang tersebut berhubungan langsung dengan upaya meningkatkan efisiensi sistem agribisnis dan kesejahteraan petani.
Rekam jejak akademiknya juga diwarnai berbagai penelitian mengenai pemasaran hasil pertanian dan perilaku konsumen. Salah satu kajiannya membahas keterlibatan petani sayuran skala kecil dalam saluran ritel modern dan dampaknya terhadap pendapatan petani. Penelitian lain mengulas preferensi konsumen terhadap buah lokal dan impor serta keterlacakan produk pertanian dalam rantai distribusi modern.
Dalam pidato saat pelantikannya sebagai rektor, Alim pernah menyebut dirinya tumbuh di lingkungan keluarga guru dan petani. Latar belakang tersebut disebut membentuk pandangannya mengenai pentingnya pendidikan dan pertanian sebagai fondasi pembangunan. Perspektif itu pula yang selama ini mewarnai berbagai kebijakan dan aktivitas akademiknya di IPB University.
Dengan latar belakang sebagai akademisi pertanian dan pakar agribisnis, Alim kini menghadapi tantangan baru di Kementerian Pertanian. Pengalamannya dalam bidang rantai pasok, pemasaran hasil pertanian, serta pengembangan sistem agribisnis diharapkan dapat memperkuat program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas akses pasar petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (RHU)