Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Empat Petugas Tewas Saat Padamkan Karhutla di Gunung Bromo, Terjebak Asap dan Kobaran Api
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Empat petugas tewas akibat kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, setelah terjebak dalam kobaran api dan asap pekat saat melakukan pemadaman. Korban terbaru, Hendra Rony Wagiyatna, meninggal setelah menjalani perawatan intensif, sementara tiga petugas lainnya, Sukaris, Wisnu Yuda, dan Sefriel Ardiansyah, ditemukan meninggal di lokasi kejadian. Dua petugas lainnya masih dirawat karena mengalami luka bakar, dan pihak berwenang belum mengungkap penyebab pasti dari kebakaran yang terjadi.
Petugas BPBD Kabupaten Malang melakukan proses pendinginan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). (Antara)
JAKARTA, AFU.ID — Jumlah korban meninggal dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, bertambah menjadi empat orang. Korban terbaru adalah Hendra Rony Wagiyatna, petugas Manggala Agni Pemula di Balai Besar TNBTS, yang meninggal setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius, Kamis (15/10/2026).
Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika 12 orang yang terdiri dari petugas TNBTS, relawan Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel berangkat menuju lokasi untuk membantu pemadaman. Situasi berubah berbahaya ketika api dan asap pekat mengepung area tempat mereka bertugas. Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas menerima informasi bahwa sejumlah orang di lokasi membutuhkan pertolongan karena terjebak di tengah kebakaran.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyebut enam orang menjadi korban dalam insiden tersebut, dengan tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar saat laporan awal diterima. Tiga korban yang meninggal di lokasi adalah Sukaris (55), petugas TNBTS, serta Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), petugas keamanan hotel. Sementara, Munawi dari Masyarakat Peduli Api, Hendra Rony, dan Suraji sekuriti hotel, mendapat penanganan medis akibat luka bakar yang mereka alami.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan bahwa pengabdian para petugas menjadi bagian dari perjuangan menjaga kawasan konservasi. “Dedikasi dan pengabdian almarhum dalam menjaga kawasan konservasi akan selalu menjadi bagian dari perjuangan bersama dalam melindungi alam dan lingkungan,” ujarnya.
Dua korban luka yang masih menjalani perawatan adalah Munawi dan Suraji, pihak berwenang belum menyampaikan penyebab pasti kebakaran yang memicu insiden tersebut. Pada penanganan awal, korban luka dan jenazah dibawa ke fasilitas kesehatan setempat untuk mendapatkan pertolongan dan proses penanganan lebih lanjut. (RAI)