JAKARTA, AFU.ID — Banjir kembali menerjang Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 498 warga terdampak banjir yang tersebar di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Kecamatan Kuranji menjadi wilayah dengan dampak terparah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan jumlah warga terdampak tersebut berdasarkan hasil pendataan dan kaji cepat di lapangan.
"Berdasarkan kaji cepat dan pendataan di lapangan, total warga terdampak tercatat sebanyak 498 jiwa dengan rincian wilayah terparah berada di Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah," kata Hendri, (11/10/2026). Kelurahan Kuranji menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 245 jiwa. Wilayah ini juga menjadi satu-satunya lokasi yang mencatatkan warga mengungsi.
Di Kecamatan Koto Tangah, banjir berdampak pada 133 warga di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dan 75 warga di Kelurahan Lubuk Minturun. Sementara itu, di Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, sebanyak 45 warga terdampak dan memilih bertahan di rumah masing-masing. Penanganan banjir berlangsung dramatis di RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji.
Luapan air mengikis akses jalan utama menuju permukiman hingga tidak dapat dilalui kendaraan operasional. Sebanyak 25 personel Satuan Brimob Polda Sumatera Barat dikerahkan sejak Sabtu sore untuk membantu proses evakuasi warga. Karena akses jalan terputus, petugas harus berjalan kaki menembus genangan untuk mencapai permukiman. Wadanden Gegana Kompol Tomi Harianto mengatakan, proses evakuasi dimulai sekitar pukul 16.15 WIB.
Petugas membentangkan tali di sepanjang area banjir sebagai pegangan warga saat menyeberangi genangan, termasuk anak-anak dan lansia. "Kami tadi melaksanakan evakuasi pukul 16.15 WIB. Sampai sekarang, dari belakang sudah kita pasang tali untuk menyeberangkan masyarakat," kata Tomi. Hingga Sabtu malam, petugas telah mengevakuasi 10 warga ke tenda pengungsian yang disiapkan pemerintah.
Sebagian warga lainnya telah menyelamatkan diri secara mandiri sebelum petugas tiba. "Untuk tadi kita evakuasi sebanyak 10 orang ke lokasi pengungsian. Karena sebelumnya juga sudah ada yang evakuasi mandiri sebelum kami sampai," ujarnya. Meski debit air mulai menurun pada Sabtu malam, tim gabungan dari Brimob, BPBD, dan Basarnas tetap bersiaga di lokasi banjir.
Petugas mengingatkan warga agar tetap waspada karena hujan susulan masih berpotensi terjadi. Warga yang bertahan di rumah diminta segera mencari tempat aman apabila kondisi kembali memburuk. "Kita mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan karena kita tidak tahu kapan air derasnya. Potensi hujan masih ada, jadi masyarakat harus mencari tempat yang aman," kata Tomi.
(FAD)