JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat menghadiri peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peresmian sejumlah proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Candaan itu muncul setelah nama Sherly mendapat sambutan paling meriah dari peserta yang hadir dalam acara tersebut. Tepuk tangan dan sorakan terdengar lebih keras dibanding saat Prabowo menyapa pejabat lainnya.
Momen itu terjadi ketika Prabowo memperkenalkan satu per satu tamu yang hadir. Saat menyebut nama Sherly Tjoanda, para pekerja dan undangan yang berada di lokasi langsung memberikan tepuk tangan meriah. Prabowo kemudian menanggapi respons tersebut dengan nada bercanda. "Kok tepuk tangannya paling keras. Pemilu masih lama," kata Prabowo Kamis (08/10/2026).
Selain berseloroh soal Sherly, Prabowo juga sempat mengungkit hubungannya dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Prabowo menyebut Luhut pernah menjadi atasannya saat masih aktif berdinas di lingkungan militer. Candaan tersebut kembali memancing tawa hadirin yang mengikuti acara.
Kunjungan Prabowo ke Maluku Utara difokuskan untuk meresmikan proyek hilirisasi dan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Pemerintah juga meresmikan empat proyek industri yang telah memasuki tahap komersial serta melakukan peletakan batu pertama untuk tujuh proyek industri baru di kawasan IWIP. Empat proyek yang diresmikan meliputi Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioner Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing. Seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan industri pengolahan mineral yang dipusatkan di kawasan industri Weda Bay. Pemerintah menilai hilirisasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan total investasi untuk proyek yang diresmikan dan yang memulai pembangunan mencapai sekitar Rp180 triliun. Kawasan IWIP telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja sejak mulai dikembangkan. Selain itu, proyek yang beroperasi diperkirakan menghasilkan devisa ekspor miliaran dolar AS setiap tahun.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Ia sekaligus menyindir pihak-pihak yang selama ini meramalkan Indonesia akan mengalami kemunduran ekonomi. Menurut Prabowo, perkembangan industri hilirisasi yang dilihat langsung di Maluku Utara menunjukkan arah yang berbeda. "Mereka-mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, collapse, Indonesia akan collapse, tiap bulan diramalkan kita akan collapse. Tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah," ujar Prabowo. (RHU)