Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Gorontalo, Getaran Terasa hingga Tolitoli Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Gempa bumi bermagnitudo 5,7 mengguncang Pohuwato, Gorontalo pada Senin pagi (12/10/2026) dengan pusat gempa terletak sekitar 29 kilometer barat laut Kabupaten Pohuwato dan kedalaman 76 kilometer, dan guncangannya dirasakan hingga Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, meskipun intensitas getaran bervariasi di beberapa wilayah dan dapat dirasakan oleh banyak orang. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa, dan BMKG meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.
ilustrasi (dok: shutterstock)
JAKARTA, AFU.ID — Gempa bumi bermagnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pohuwato, Gorontalo, pada Senin (12/10/2026) pagi dan getarannya dirasakan hingga sejumlah daerah di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Pusat gempa berada sekitar 29 kilometer barat laut Kabupaten Pohuwato dengan kedalaman awal yang dilaporkan mencapai 76 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Guncangan dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorontalo, Bone Bolango, hingga Kota Gorontalo. Getaran juga mencapai Buol dan Tolitoli dengan skala intensitas III–IV MMI, yang menunjukkan guncangan dapat terasa nyata di dalam rumah hingga dirasakan banyak orang. Adapun intensitas III MMI umumnya membuat getaran terasa seperti ada truk yang melintas. Skala IV MMI dapat menyebabkan pintu dan jendela berderit serta gerabah pecah.
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa menengah yang berkaitan dengan deformasi di dalam Lempeng Laut Sulawesi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault sebagai mekanisme gempa. “Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Andri dalam keterangan resminya.
Hingga pukul 06.50 Wita, pemantauan BMKG belum mendeteksi aktivitas gempa susulan. Dampak berupa kerusakan bangunan maupun korban jiwa belum diketahui berdasarkan informasi yang tersedia. BMKG meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat guncangan. (RAI)