Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Demo di Jakarta Hari Ini: 50 Ribu Guru PPPK Gelar Aksi di DPR RI, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Sebanyak 50 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu akan menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada 7 Oktober 2026, untuk menuntut pengangkatan mereka menjadi PPPK penuh waktu di seluruh jabatan, termasuk guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Aksi ini merupakan langkah lanjutan dari pertemuan sebelumnya dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan diharapkan dapat memicu perhatian serta tindakan terkait janji-janji yang telah diberikan. Kepolisian juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi aksi dan meminta masyarakat untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.
Personel polisi menghalau pengunjuk rasa di Jalan Letjend S Parman, depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/8/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
JAKARTA,AFU.ID — Massa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu lintas profesi dijadwalkan menggelar aksi di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026). Aksi tersebut menjadi agenda penagihan janji kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad setelah pertemuan dengan 10 pimpinan forum PPPK dan PPPK paruh waktu pada 7 September 2026. Persatuan PPPK Paruh Waktu Indonesia (PPWI) menyebut 50 ribu massa dari berbagai daerah siap datang dalam aksi tersebut.
Ketua Umum PPWI Herru Gama Yudha mengatakan, perjuangan PPPK paruh waktu memasuki fase kritis setelah pertemuan internal pada 23 September 2026. PPWI meminta kebijakan pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu berlaku untuk seluruh jabatan, termasuk guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. "Kami menolak apabila kebijakan peralihan hanya memberikan ruang kepada sebagian jabatan, sedangkan jabatan lainnya, seperti tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya harus menunggu tanpa kepastian," kata Herru, dikutip dari JPNN.
Ada empat tuntutan yang dibawa massa dalam aksi tersebut. Salah satu tuntutan utamnya adalah PPWI meminta PPPK paruh waktu seluruh jabatan diangkat menjadi PPPK penuh waktu pada 2026. Herru menegaskan, tuntutan itu tidak hanya menyangkut guru karena PPPK paruh waktu mencakup berbagai jabatan dalam skema penataan tenaga non-ASN. "50 ribu PPPK paruh waktu dan PPPK akan kepung Jakarta menagih janji Pak Dasco," kata Herru Gama Yudha.
Kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi dengan penerapan yang disesuaikan kondisi di lapangan. Pengaturan arus kendaraan dapat dilakukan secara situasional apabila terjadi peningkatan jumlah massa atau perubahan eskalasi aksi. Masyarakat yang hendak melintasi kawasan tersebut diminta mempertimbangkan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan. "Sehubungan dengan adanya aksi di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada 7 Oktober 2026, masyarakat diimbau mengantisipasi potensi kepadatan dan rekayasa arus lalu lintas situasional di sekitar lokasi," tulis keterangan TMC Polda Metro Jaya. (RAI)
Rute Alternatif di Sekitar Lokasi Aksi
1. Dari kawasan Jalan Gatot Subroto menuju Slipi/Tomang
Jalan Gerbang Pemuda–Jalan Patal Senayan–Jalan Tentara Pelajar–Jalan Letjen S. Parman.
2. Dari Simpang Semanggi menuju Slipi/Tomang
Jalan Sudirman–Jalan Bendungan Hilir–Jalan Pejompongan–Jalan Letjen S. Parman.
3. Dari kawasan DPR menuju arah Palmerah
Jalan Asia Afrika–Jalan Gelora–arah Palmerah dan Pejompongan.