JAKARTA, AFU.ID — Lima petugas dan relawan tewas dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), namun polisi hingga kini belum menetapkan tersangka. “Terkait adanya unsur kelalaian ataupun unsur tindak pidana, tentu kami harus melakukan pendalaman,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast, Jumat, (16/10/26).
Kepolisian Resort Probolinggo memastikan bahwa penetapan tersangka dalam tragedi ini sepenuhnya bergantung pada hasil pemeriksaan saksi lapangan dan bukti olah fisik di lokasi kejadian. Penyidik berupaya memastikan penyebab utama para petugas dan relawan tersebut sampai terjebak oleh kobaran api yang membesar secara mendadak. Di sisi lain, pihak keluarga korban mendesak kepolisian mengusut tuntas prosedur penugasan para relawan sipil ke titik api yang berbahaya.
Peristiwa maut tersebut terjadi di kawasan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Enam petugas dan relawan terjebak kobaran api saat berupaya mengendalikan kebakaran yang telah terdeteksi sejak awal pekan. Tim gabungan yang terdiri atas petugas taman nasional, Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel setempat tersebut berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.
Bupati Probolinggo Muhammad Haris mengatakan kondisi di lapangan berubah sangat cepat akibat arah angin yang berbelok secara mendadak. Hal tersebut membuat sebaran api meluas dan memotong jalur evakuasi hingga tim pemadam terpisah di medan yang terjal. Haris menambahkan bahwa kebakaran hutan di kawasan Bromo hampir terjadi setiap tahun, tetapi peristiwa kali ini menjadi yang pertama menimbulkan korban jiwa.
Korban tewas terbaru adalah Munawi (44), anggota Masyarakat Mitra Polhut asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura. Munawi mengembuskan napas terakhir di RSUD Dr Soetomo pada Senin di Surabaya setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar mencapai 51 persen. Kematian Munawi langsung menambah jumlah korban jiwa dalam tragedi kebakaran hutan di Bromo ini menjadi lima orang.
Sebelumnya, tiga relawan atas nama Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah dilaporkan meninggal dunia langsung di lokasi kejadian. Korban keempat, Hendra Rony Wagiyanata, meninggal dunia saat menjalani perawatan darurat di RSUD Tongas. Sementara itu, satu korban selamat atas nama Suraji (44) masih menjalani perawatan intensif di ruang ROI RSUD Dr Soetomo akibat luka bakar 49 persen.
Data sementara BPBD Jawa Timur menunjukkan luas area hutan dan lahan yang terbakar di kawasan tersebut telah mencapai 75,37 hektare. Kobaran api kini dilaporkan meluas hingga kawasan Penanjakan di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini telah menyiapkan dana santunan sebesar Rp10 juta untuk masing-masing keluarga korban yang meninggal dunia. (RHU)