JAKARTA, AFU.ID — Seorang ibu rumah tangga berinisial M (57) ditemukan tewas mengenaskan di bawah rumpun bambu belakang rumahnya di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (06/10/26). Peristiwa tersebut bermula ketika korban melakukan aktivitas pembersihan lingkungan dengan membakar tumpukan sampah seorang diri pada siang hari. Api dilaporkan cepat menjalar tak terkendali ke area pekarangan karena kondisi cuaca panas ekstrem dan banyaknya hamparan dedaunan kering di lokasi kejadian.
Korban diduga kuat mengalami kepanikan dan tidak mampu meloloskan diri dari kepungan api karena mengalami keterbatasan ruang gerak akibat riwayat penyakit stroke ringan. Kondisi pekarangan belakang rumah yang sangat luas dan dipenuhi pepohonan membuat teriakan korban tidak terdengar oleh warga sekitar. Selain itu, tidak ada satu pun anggota keluarga yang berada di rumah saat insiden kebakaran lahan tersebut berlangsung.
Anak korban baru menemukan jasad ibunya selepas waktu Magrib setelah melakukan upaya pencarian karena korban tidak kunjung pulang sejak siang hari. Pihak keluarga mendapati tubuh korban sudah dalam keadaan hangus terbakar di area kebun dan hanya menyisakan bagian kaki. Kepala Desa Selebung Agus Kusumahadi memastikan bahwa korban tidak memiliki rekam jejak konflik sosial dengan pihak mana pun sehingga peristiwa ini murni merupakan musibah formal.
Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah telah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti kedinasan di lapangan. Jenazah korban saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram guna menjalani proses autopsi forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas pembakaran sampah di area terbuka selama musim kemarau demi mencegah draf kecelakaan kerja lingkungan.(RHU)