JAKARTA, AFU.ID — Sebuah minibus mewah GWM Tank bernomor polisi B 7 AXL terbalik memicu kecelakaan beruntun yang menewaskan satu orang di Jalan Kamboja Raya, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu malam. Insiden maut yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB tersebut dilaporkan ikut merusak empat kendaraan bermotor lainnya serta dua buah gerobak las di sekitar lokasi kejadian. "Satu pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu pengendara lainnya mengalami luka-luka," ujar Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa saat dikonfirmasi, Kamis (08/10/26).
Kharisma menjelaskan korban tewas merupakan seorang pria pengendara motor berinisial MT (59) yang mengalami cedera parah pada bagian kepala dan langsung dievakuasi menuju RSUD Kabupaten Tangerang. Sementara itu, korban luka berinisial N (28) selaku pengendara Honda Vario tengah menjalani perawatan medis intensif akibat menderita memar kaki di Rumah Sakit Bhakti Mulya.
Kronologi peristiwa tragis ini bermula saat mobil mewah yang dikemudikan oleh FS tersebut melaju kencang dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di dekat Klinik Utama Kamboja, minibus itu kehilangan kendali lalu menyapu gerobak las serta unit sepeda motor yang tengah diparkir di bahu jalan. Alih-alih melambat, mobil GWM Tank tersebut justru terus melesat maju menghantam sepeda motor milik N dan MT yang sedang berkendara di depannya hingga terpental.
Laju minibus kemudian oleng ke sisi kiri jalan hingga menabrak draf bodi mobil Daihatsu Ayla yang sedang terparkir di area depan ruko. Hantaman berantai tersebut membuat mobil Daihatsu Ayla terdorong maju dengan sangat kuat sampai merobohkan pagar pintu besi gerbang milik PT SPX. Moncong depan mobil GWM Tank pengemudi FS baru berhenti melaju setelah posisinya terbalik 180 derajat di tengah aspal jalan raya.
Aparat Satlantas Polres Metro Jakarta Barat saat ini dilaporkan telah mengamankan draf barang bukti kendaraan serta memeriksa sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian perkara. Polisi juga telah mengajukan permohonan visum ke pihak rumah sakit untuk melengkapi draf berkas penuntutan hukum. Tim 3 Unit Laka Satlantas Restro Jakarta Barat menegaskan proses penyelidikan teknis dan tes urine pengemudi masih digulirkan secara simultan guna memastikan penyebab utama hilangnya kendali setir kemudi tersebut.(RHU)