AFU.id

Indeks Berita

Asuransi BUMN Akan Digabung, Apa Dampaknya bagi Nasabah?

Perusahaan asuransi negara akan masuk babak konsolidasi saat industri dikejar kewajiban modal minimum. Proses ini tidak hanya menyangkut merger perusahaan, tetapi juga kepastian klaim dan layanan bagi pemegang polis. Otoritas Jasa Keuangan menyatakan Indonesia Financial Group telah menyampaikan rencana konsolidasi perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara. Indonesia Financial Group merupakan holding asuransi, penjaminan, dan investasi milik negara. “OJK terus berkoordinasi dengan para pemangk

Asuransi BUMN Akan Digabung, Apa Dampaknya bagi Nasabah?

Rupiah Lemah, Risiko Ini Terasa Paling Dekat ke Kantong Kita

Pelemahan rupiah tidak hanya menjadi urusan pasar uang. Risiko paling dekat bagi masyarakat muncul lewat harga barang impor, daya beli, dan beban usaha yang bergantung pada valuta asing. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan belum ada potensi penarikan dana besar-besaran dari perbankan. Situasi politik, keamanan, dan ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kondusif. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan penarikan dana besar-besaran biasanya dipicu krisis kepercayaan

Rupiah Lemah, Risiko Ini Terasa Paling Dekat ke Kantong Kita

Nasib Skema Bagi Hasil Minerba Ditentukan dalam Sidang Kabinet

Pemerintah tengah mengkaji skema bagi hasil untuk sektor mineral dan batu bara (minerba). Skema yang dibahas mengacu pada pola bagi hasil di industri minyak dan gas bumi (migas). Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengatakan penerapan skema tersebut masih dalam tahap pembahasan. “Penerapan skema baru ini akan diputuskan melalui sidang kabinet,” ujar Yuliot, Jumat. Rencana penerapan pola bagi hasil ala migas pada sektor minerba pertama kali disampaikan Menteri ESDM Bahli

Nasib Skema Bagi Hasil Minerba Ditentukan dalam Sidang Kabinet

Bukan Rupiah, Ternyata Mata Uang Korsel dan Malaysia Paling Jeblok di Asia

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memang jeblok hingga di angka Rp18 ribu. Penurunan itu terjadi sejak Kamis kemarin. Tetapi, penurunan nilai mata uang rupiah itu masih bisa dimaafkan karena ada mata uang lain di Asia yang justru terperosok lebih dalam di hadapan dolar AS. Pada perdagangan Jumat (5/6/2026), mayoritas mata uang Asia melemah di tengah tekanan permintaan dolar AS yang terus naik. Kondisi ini seiring dengan kondisi Teluk yang belum stabil. Merujuk data

Bukan Rupiah, Ternyata Mata Uang Korsel dan Malaysia Paling Jeblok di Asia

Purbaya: Pemerintah Tarik Utang Baru Rp386 Triliun

Pemerintah menarik pembiayaan utang senilai Rp386 triliun per 31 Mei 2026, setara 46,4 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp832,2 triliun. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan pembiayaan anggaran dalam lima bulan pertama tetap berlangsung normal. Pemerintah mencatatkan realisasi pembiayaan non utang sebesar Rp6,5 triliun, minus 4,4 persen dari target Rp143,1 triliun. Dengan demikian, total pembiayaan anggaran APBN hingga akhir Mei tercatat seb

Purbaya: Pemerintah Tarik Utang Baru Rp386 Triliun

Pemilik Modal Besar Masuk Radar Obligasi Danantara

Pemilik modal besar masuk radar penerbitan Obligasi Patriot dan Obligasi Merah Putih oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara. Isu warga dengan tabungan atau aset di atas Rp3 Miliar wajib membeli surat utang itu ikut mencuat setelah revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan disahkan. Revisi aturan tersebut memberi ruang bagi Danantara menerbitkan surat utang khusus. Instrumen itu mencakup Obligasi Patriot dan Obligasi Merah Putih untuk mobilisasi modal pembangu

Pemilik Modal Besar Masuk Radar Obligasi Danantara

Rupiah Bergejolak, Isu Reshuffle Merebak, Menkeu Purbaya Cuma Balas: "Haha, Gak Lah"

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah dirinya hendak mengundurkan diri dari jabatannya. Bantahan itu disampaikan Purbaya, ketika ditanya para wartawan soal rumor pengunduran dirinya santer beredar di media sosial. Kabar itu ramai di kalangan publik seiring ramainya isu semakintingginya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dan sesaat setelah Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Badan Gizi Nasional (BGN). Purbaya hanya berkata singkat soal isu tersebut. “Haha, g

Rupiah Bergejolak, Isu Reshuffle Merebak, Menkeu Purbaya Cuma Balas: "Haha, Gak Lah"

Pedagang Online Wajib Berizin, Aturan Baru E-Commerce Sasar Platform Digital

Pemerintah memperluas pengaturan perdagangan digital melalui rancangan Peraturan Menteri Perdagangan baru tentang perdagangan melalui sistem elektronik. Aturan ini tidak hanya menyasar marketplace, tetapi juga transaksi barang di platform ride-hailing dan layanan perjalanan digital. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan revisi aturan PMSE disiapkan untuk memperkuat ekosistem perdagangan digital. Pemerintah memasukkan lima fokus utama, yakni visibilitas produk lokal, legalitas pelaku usaha,

Pedagang Online Wajib Berizin, Aturan Baru E-Commerce Sasar Platform Digital

Kereta Trans Sumatra Butuh Rp350 T, Pemerintah Cari Dana Non-APBN

Pemerintah mencari skema pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk membangun jalur kereta Trans Sumatra. Proyek sepanjang sekitar 1.700 kilometer itu diperkirakan membutuhkan dana hingga Rp350 triliun. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah tidak ingin hanya bergantung pada anggaran negara. Berbagai sumber pendanaan alternatif akan dikaji agar proyek penghubung Banda Aceh hingga Bandar Lampung dapat berjalan. “Kita masih akan mematangkan skema pendanaan

Kereta Trans Sumatra Butuh Rp350 T, Pemerintah Cari Dana Non-APBN

Defisit Perdagangan dengan Tiongkok dan Australia Membengkak, Gerus Cadangan Devisa Indonesia

Publik baru saja mendapatkan suguhan berupa narasi impresif mengenai ketahanan eksternal Indonesia berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS). Yang mana, negara kita berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan selama enam tahun atau 72 bulan berturut-turut. Dalam Berita Resmi Statistik BPS yang rilis pada Senin (2/6/2026), neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar USD5,64 miliar periode Januari-April 2026. “Dengan capaian ini, maka neraca perdagangan barang Indo

Defisit Perdagangan dengan Tiongkok dan Australia Membengkak, Gerus Cadangan Devisa Indonesia