Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkapkan kebutuhan mendesak akan tambahan relawan untuk penanganan pascagempa, terutama di desa-desa pegunungan yang sulit dijangkau. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan bahwa jumlah relawan yang ada saat ini masih terbatas, dan bantuan dari luar Flores juga diperlukan untuk meningkatkan upaya penanganan bencana. Selain itu, Melki menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ahmad Zaki, salah satu relawan aktif, yang semakin memperparah kekurangan tenaga relawan di lapangan.
Warga penyintas gempa di Kabupaten Manggarai Timur, sedang memeluk Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Dok Pemprov NTT)
JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih membutuhkan tambahan relawan untuk membantu penanganan pascagempa. Sejumlah desa, terutama yang berada di wilayah pegunungan, masih sulit dijangkau secara rutin. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan keterbatasan akses membuat kebutuhan tenaga tambahan menjadi mendesak.
"Memang ada beberapa desa yang, terutama yang di gunung-gunung, itu masih susah diakses secara rutin. Jadi memang kami membutuhkan tenaga tambahan," kata Melki kepada wartawan di Bandara Frans Seda, Maumere, Minggu (23/8/2026). Melki mengatakan jumlah relawan yang berada di lokasi saat ini masih terbatas. Padahal, penanganan bencana di sejumlah wilayah Flores masih membutuhkan bantuan tenaga.
"Hari ini memang harus diakui, kekurangan yang paling dibutuhkan oleh penanganan bencana Flores ini adalah kami kekurangan relawan," ujarnya. Menurut Melki, tambahan relawan dibutuhkan bukan hanya dari Flores, tetapi juga dari daerah lain. "Relawan di penanganan bencana ini agak terbatas, sehingga memang butuh relawan banyak sekali terutama bukan cuma dari Flores tapi juga dari luar Flores," katanya.
Melki juga menyampaikan duka atas meninggalnya Ahmad Zaki, salah satu relawan yang membantu penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa NTT. "Saya ingin mengucapkan turut berdukacita bagi salah satu pimpinan relawan, Pak Zaki, yang kemarin meninggal karena kecapekan," kata Melki. Ia menilai Zaki merupakan salah satu relawan yang aktif membantu masyarakat terdampak bencana.
Kepergiannya, kata Melki, semakin mengurangi jumlah tenaga relawan yang tersedia di lapangan. "Jadi memang kita kekurangan relawan. Kami butuh banyak relawan dari unsur siapa saja, yang penting bisa bantu pemerintah, bantu tim penanganan bencana untuk urus bencana ini dengan baik," tegasnya. (FAD)