JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah menyatakan rencana pengurangan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam pembahasan dan akan menyesuaikan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dirinya telah menerima informasi mengenai rencana tersebut, namun belum dapat merinci nilainya.
“Kami ikuti keputusan Bapak Presiden,” ujar Purbaya Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/6/2026),
Purbaya juga meminta publik menunggu penjelasan resmi dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang terkait perkembangan kebijakan tersebut. Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan adanya rencana pengurangan anggaran MBG. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari evaluasi dan pembenahan tata kelola program prioritas pemerintah.
Namun, Prasetyo menegaskan besaran pengurangan anggaran belum diputuskan karena masih dalam proses perhitungan oleh Kementerian Keuangan dan BGN. Pemerintah, kata dia, masih mengkaji kebutuhan riil anggaran program tersebut secara menyeluruh. “Jadi, dari proses penataan nanti akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk Program MBG ini totalnya menjadi berapa,” kata Prasetyo.
Untuk tahun 2026, anggaran MBG sebelumnya telah ditetapkan sebesar Rp268 triliun. Pemerintah menargetkan penataan program dapat rampung dalam waktu sekitar satu bulan ke depan. Prasetyo menambahkan, pemerintah juga tengah memperluas sasaran penerima MBG, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) dalam dua pekan ke depan.
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan penyesuaian distribusi penerima manfaat, termasuk evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang dinilai tidak masuk prioritas berdasarkan data.Sementara itu, Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang diketahui mendatangi Istana Kepresidenan untuk melaporkan perkembangan efisiensi anggaran MBG kepada Presiden Prabowo. (ANT/RAI)