AFU.id

Indeks Berita

Mentan Amran Targetkan Indonesia Jadi “Superpower” Pangan Dunia

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan tekadnya menjadikan Indonesia sebagai superpower pangan dunia dengan memperkuat ketahanan nasional di sektor strategis. Pernyataan itu disampaikan saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar bersama Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, Minggu, 5 April 2026. “Kita ingin Indonesia menjadi negara yang kuat dan bertahan ribuan tahun ke depan, bahkan dalam waktu singkat bisa menjadi superpower,” ujar Amran. Amran menilai Indonesia saat

Mentan Amran Targetkan Indonesia Jadi “Superpower” Pangan Dunia

Pertemuan Tertutup di Istana Wapres, Ini yang Dibahas Teddy dan Gibran

Pertemuan antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berlangsung di tengah suasana Lebaran. Keduanya bertukar pandangan mengenai kondisi terbaru di dalam negeri. Pertemuan itu digelar di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/4) malam. Dalam dokumentasi yang dibagikan, keduanya tampak berdiskusi sambil memegang sejumlah dokumen. Teddy menyebut, agenda tersebut sekaligus menjadi momen silaturahmi di bulan Syawal. “Masih dalam suasana Lebara

Pertemuan Tertutup di Istana Wapres, Ini yang Dibahas Teddy dan Gibran

Menag Nasaruddin Umar Intrusikan Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal Meski WFH

Menteri Agama Nasaruddin Umar menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan layanan publik tetap berjalan optimal meski diterapkan skema work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN dalam rangka mendukung percepatan transformasi tata kelola pemerintahan. “Pelayanan publik adalah prioritas utama. Penyesuaian sistem kerja, ter

Menag Nasaruddin Umar Intrusikan Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal Meski WFH

Soroti Sistem Data Nasional, Rieke Diah Pitaloka: Program Pemerintah Bisa Amburadul

Persoalan data kembali menjadi sorotan tajam. Anggota DPR, Rieke Diah Pitaloka, menilai sistem data nasional Indonesia masih jauh dari kata rapi. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada amburadulnya pelaksanaan berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial hingga kebijakan strategis. Dalam perbincangan di sebuah podcast, Rieke menegaskan bahwa data seharusnya menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan negara. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. “

Soroti Sistem Data Nasional, Rieke Diah Pitaloka: Program Pemerintah Bisa Amburadul

Sistem Seleksi Polri Dinilai Rugikan Daerah 3T, Mercy Barends Desak Reformasi Inklusif

Anggota Komisi III DPR RI, Mercy Chriesty Barends, mengkritik keras sistem rekrutmen Polri yang dinilai masih merugikan calon peserta dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ketimpangan akses pendidikan dan faktor geografis dianggap menjadi penghambat utama bagi anak bangsa di wilayah pelosok untuk mendapatkan keadilan dalam seleksi. Dalam rapat di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis 2 April 2026, Mercy menyatakan bahwa sistem rekrutmen saat ini berpotensi menci

Sistem Seleksi Polri Dinilai Rugikan Daerah 3T, Mercy Barends Desak Reformasi Inklusif

Baleg DPR Usul Pembentukan Badan Supervisi Harian untuk Kawal RUU Satu Data Indonesia

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Martin Manurung, mengusulkan pembentukan badan supervisi independen yang bekerja secara harian (daily basis) untuk mengawal pengelolaan data nasional. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan integrasi data dalam RUU Satu Data Indonesia (SDI) murni digunakan untuk pembangunan dan tidak dipolitisasi. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Kamis 2 April 2026, Martin menegaskan bahwa data nasional merupakan

Baleg DPR Usul Pembentukan Badan Supervisi Harian untuk Kawal RUU Satu Data Indonesia

Bukan Sekadar Data, Ini Soal Nasib Negara: Rieke–Akbar Bongkar Akar Masalah yang Tak Viral tapi Vital

Percakapan di Akbar Faizal Uncensored bersama Rieke Diah Pitaloka berjalan tenang, tapi isinya seperti alarm panjang tentang satu hal yang sering diremehkan: data. Di tengah obrolan, Akbar Faizal sengaja membiarkan Rieke menjelaskan panjang lebar. Bukan tanpa alasan. Ia ingin menunjukkan kepada publik bahwa para pendiri bangsa dulu sudah berpikir jauh melampaui zamannya—sementara hari ini, negara justru tersandung pada hal paling mendasar. “Kadang kalau baca arsip itu, kita malah malu,” kata Rie

Bukan Sekadar Data, Ini Soal Nasib Negara: Rieke–Akbar Bongkar Akar Masalah yang Tak Viral tapi Vital

Data Kita Dijual, Negara Diam? Rieke Diah Pitaloka Bongkar ‘Bisnis Sunyi’ yang Menjerat Rakyat

Keresahan itu datang dari hal yang tampak sepele: pesan singkat. Notifikasi yang masuk hampir tiap hari—dari pinjaman online, asuransi, hingga pembiayaan kendaraan—menyapa dengan nama lengkap, seolah mengenal begitu dekat. Tapi di balik itu, ada sesuatu yang lebih dalam: data yang bocor, dan negara yang dipertanyakan. Dalam perbincangan di podcast Akbar Faizal Uncensored, Rieke Diah Pitaloka menyingkap wajah lain dari krisis data di Indonesia. Ia tidak memulai dari teori, melainkan dari realitas

Data Kita Dijual, Negara Diam? Rieke Diah Pitaloka Bongkar ‘Bisnis Sunyi’ yang Menjerat Rakyat

Data Kacau, Uang Rakyat Bocor Tanpa Jejak

Dalam percakapan yang mengalir tajam di podcast Akbar Faizal Uncensored, Rieke Diah Pitaloka melontarkan kegelisahan yang tak lagi bisa disembunyikan. Bukan sekadar soal kebijakan, melainkan fondasi negara yang menurutnya retak dari dalam: data. Di hadapan Akbar Faizal, Rieke mempertanyakan sesuatu yang terdengar sederhana, tapi mengguncang: mengapa sistem data di Indonesia tak kunjung diperbaiki sejak era reformasi? “Harusnya ini sudah selesai,” ujar Rieke, pelan tapi tegas. Namun realitas berk

Data Kacau, Uang Rakyat Bocor Tanpa Jejak

Data Bocor, Negara Bocor: Rieke Diah Pitaloka Bongkar Rapuhnya ‘Satu Data Indonesia’

Podcast Akbar Faizal Uncensored kembali menampar ruang publik—kali ini lewat isu yang jarang jadi bahan obrolan warung kopi, tapi diam-diam menentukan nasib bangsa: data. Dipandu Akbar Faizal, forum ini sejak awal memang tak berniat menyenangkan telinga. “Mungkin tidak enak didengar, tapi kita butuh,” katanya, membuka diskusi yang terasa seperti membuka luka lama: kebocoran data yang tak pernah benar-benar sembuh. Angka-angka yang dipaparkan bukan sekadar statistik. Dari kebocoran data Facebook

Data Bocor, Negara Bocor: Rieke Diah Pitaloka Bongkar Rapuhnya ‘Satu Data Indonesia’