AFU.id

Kompetensi Riset Rendah, Mutu Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi Terancam Stagnan

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Publikasi ilmiah bermutu di lingkungan perguruan tinggi rawan stagnan akibat tingginya penolakan draf oleh penerbit internasional. Lemahnya ketajaman substansi riset menjadi faktor utama pemicu kegagalan itu.

Kompetensi Riset Rendah, Mutu Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi Terancam Stagnan
(Foto: Kemdiktisaintek RI)

Keterbatasan Fasilitator Menguji Akselerasi Publikasi Ilmiah

Bagaimanapun juga, pengelompokan peserta berdasarkan rumpun keilmuan sangat krusial untuk mendongkrak keberhasilan publikasi ilmiah nasional. Pembagian fokus pendampingan bagi 91 peserta terbukti efektif menajamkan kelayakan etika penelitian di lapangan.

“Sebuah manfaat yang sangat besar bagi saya berada di sini adalah pertemuan ini membuka jalan untuk kami menjalin kolaborasi. Saya mendengar dari beberapa teman, ‘yuk kita bikin bareng ini, ini kita bisa join’, dan ini menjadi pengalaman yang luar biasa,” ucap Dosen Universitas Pancabakti, Elika.

Pada dasarnya, efektivitas peningkatan mutu riset domestik sangat bergantung pada keberlanjutan pendampingan pasca-pelatihan. Tanpa adanya ketegasan hukum terhadap praktik plagiasi, kuantitas jurnal hanya akan menjadi dokumen formalitas tanpa dampak konkret bagi penyelesaian persoalan masyarakat. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi