Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID – Badan Usaha Milik Negara atau BUMN mencatat tren kinerja positif hingga Mei 2026. Danantara menilai capaian itu menjadi salah satu tanda bahwa transformasi perusahaan negara mulai menunjukkan hasil. Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan, perbaikan kinerja terlihat dari sejumlah perusahaan pelat merah yang mencatat pertumbuhan laba cukup signifikan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata,” kata Dony dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/6/2026). Berdasarkan laporan kinerja unaudited hingga Mei 2026, Pelindo membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,01 triliun. Angka itu meningkat 94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif juga dicatat Pupuk Indonesia Group. Perusahaan tersebut membukukan laba bersih Rp6,70 triliun atau melonjak 230 persen secara tahunan. Capaian kinerja BUMN tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan Dony dengan sejumlah jajaran direksi BUMN di Wisma Danantara Indonesia, Jumat (19/6/2026).
Pertemuan itu membahas perkembangan kinerja perusahaan negara sekaligus penguatan koordinasi agar transformasi BUMN berjalan lebih terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil. Danantara dan BP BUMN menyebut peningkatan kinerja ini sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan BUMN yang lebih akuntabel dan berbasis data. Laporan capaian kinerja juga disebut disusun dengan mengedepankan akurasi informasi.
Dengan pola tersebut, publik diharapkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan dan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional. Dony menilai capaian BUMN yang melampaui target pada 2025 dan berlanjut pada 2026 menunjukkan arah transformasi sudah berada di jalur yang tepat.
Namun, ia menekankan konsistensi tetap menjadi kunci agar tren positif tersebut tidak berhenti pada capaian sementara. Penguatan tata kelola dan transparansi informasi dinilai perlu terus dijaga. “Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan,” ujar Dony. (ANT/FAD)