AFU.id

Indeks Berita

Di Era Serba Digital, Mengapa Anak Muda Masih Kesulitan Capai Kesehatan Finansial?

Tantangan sektor keuangan digital nasional kini bergeser dari sekadar perluasan akses menuju kesejahteraan finansial masyarakat. Adopsi dompet digital, QRIS, dan investasi digital yang meningkat pesat di kalangan anak muda belum tentu sejalan dengan kemampuan mengelola keuangan. Persoalan ini disampaikan pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Heru Sutadi saat menyoroti perkembangan transformasi digital keuangan di Indonesia. Penggunaan layanan keuangan digital di kalangan generasi muda ter

Di Era Serba Digital, Mengapa Anak Muda Masih Kesulitan Capai Kesehatan Finansial?

Kontroversi Deportasi Aktivis Palestina Abdul Karim, Beda Pendapat Kemenkumham dan MUI Berujung Saling Memahami

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melakukan klarifikasi soal deportasi seorang warga negara Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad. Beredar rumor di bahwa Abdul Karim akan diserahkan ke Israel setelah sampai di Siprus, negara yang mengeluarkan red notice interpol itu. Polemik ini ramai karena terjadi silang pendapat antara pernyataan resmi Indonesia dengan keyakinan beberapa kelompok masyarakat terka

Kontroversi Deportasi Aktivis Palestina Abdul Karim, Beda Pendapat Kemenkumham dan MUI Berujung Saling Memahami

Yusril Sentil KDM Soal Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta: Nanti Semua Orang Asah Golok

Begal adalah kejahatan jalanan yang sangat meresahkan masyarakat. Pelaku kejahatan ini tidak hanya melakukan perampasan, perampokan, tetapi juga sering melukai korban hingga hilangnya nyawa seseorang. Korbannya beragam, mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Dan ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Berbagai solusi dilakukan, salah satu yang menarik perhatian publik adalah solusi yang ditawarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, yaitu dengan membuka sayembara menan

Yusril Sentil KDM Soal Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta: Nanti Semua Orang Asah Golok

Ini Alasan Kejagung Tahan Febrie Adriansyah di Rutan KPK

Eksekusi penahanan eks Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (24/7/2026). Penahan tersebut menyusul penetapan tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) 74 kilogram emas. Meski perkaranya ditangani oleh korps adhyaksa, tersangka Febrie Adriansyah ditahan di Rumah Tahahan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Kejagung, Anang Supriatna mengatakan Febrie ditahan d

Ini Alasan Kejagung Tahan Febrie Adriansyah di Rutan KPK

Jadi Tersangka, Febrie Adriansyah Buka Suara: Saya Dikriminalisasi

Kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) 74 kilogram emas yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) berujung pada penahanan eks Jampidsus Febrie Adriansyah pada Jumat (24/7/2026). Langkah hukum tersebut langsung direspons keras oleh Febrie sesaat usai dirinya digiring ke mobil tahanan. Ia secara terbuka merasa dikriminalisasi lantaran penahanannya dinilai minim alat bukti dan menyalahi kelaziman penanganan perkara. Usai ditetapkan tersangka, Febrie mempertanyakan kecukupan alat bukti yan

Jadi Tersangka, Febrie Adriansyah Buka Suara: Saya Dikriminalisasi

BREAKING NEWS: Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung

Kejaksaan Agung resmi menahan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah setelah menjalani pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penahanan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah penyidik menemukan aset bernilai besar berupa emas batangan dan uang tunai dalam penggeledahan yang dilakukan sebelumnya. Perkara ini kini memasuki tahap pendalaman terhadap dugaan aliran aset dan transaksi keuangan yang berkaitan dengan Febrie. Kepala Pusa

BREAKING NEWS: Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung

Sempat Pamerkan KTA, Polisi Benarkan Oknum yang Bikin Satpam Sujud di Bundaran HI Anggota Polda Jabar

Identitas pengemudi dan dua penumpang Toyota Alphard yang terlibat cekcok hingga membuat satpam bersujud di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, akhirnya terungkap. Ketiga orang yang sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) saat perselisihan itu merupakan personel aktif Polda Jawa Barat. Mereka kini ditangani Bidang Propam Polda Jabar terkait dugaan tindakan arogansi dalam insiden tersebut. Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan status kepolisian ket

Sempat Pamerkan KTA, Polisi Benarkan Oknum yang Bikin Satpam Sujud di Bundaran HI Anggota Polda Jabar

Mobil Tahanan Terpantau Standby di Kejagung, Sinyal Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah?

Mobil tahanan disiapkan di sekitar Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat malam (24/7/2026). Kehadiran kendaraan itu bertepatan dengan pemeriksaan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang tengah diusut Tim 9 Kejagung. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal peruntukan mobil tahanan tersebut. Mobil taktis berbasis Toyota Hilux tersebut diketahui berada di sekitar Gedung Bundar, kantor penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jamp

Mobil Tahanan Terpantau Standby di Kejagung, Sinyal Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah?

Siapa F Istri Bos Hanania Travel yang Ikut Diseret jadi Tersangka?

Skandal dugaan penipuan biaya perjalanan haji dan umrah yang menjerat Hanania Group kembali bergulir. Polda Metro Jaya menambah daftar tersangka dalam kasus yang telah membuat ribuan calon jemaah gagal berangkat ke Tanah Suci itu. Tersangka baru tersebut berasal dari lingkaran inti pemilik biro perjalanan umrah dan haji tersebut. Sosok yang baru ditetapkan sebagai tersangka adalah Fitriatun Nisa Bahri, perempuan yang menjabat komisaris sekaligus istri dari pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farh

Siapa F Istri Bos Hanania Travel yang Ikut Diseret jadi Tersangka?

Prabowo Disebut Tiru Gaya Komunikasi Trump, Buntut Bungkam Kritik Lewat Sebutan Londo Ireng

Pelabelan londo ireng terhadap jurnalis kembali menuai sorotan usai disebut dalam pernyataan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto belakangan ini. Istilah tersebut dinilai sebagai bagian dari taktik komunikasi untuk melemahkan kredibilitas pihak yang mengkritik kebijakan pemerintah. Pengamat Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Kunto Adi Wibowo mengatakan, pola semacam ini identik dengan gaya komunikasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri India, Narendra

Prabowo Disebut Tiru Gaya Komunikasi Trump, Buntut Bungkam Kritik Lewat Sebutan Londo Ireng