AFU.id

Indeks Berita

Jalankan Operasi Senyap, AS "Copet" Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

Pemerintah Amerika Serikat melakukan tindakan agresif di ranah finansial dengan merampas aset mata uang kripto (cryptocurrency) milik Iran. Nilai aset digital yang disita secara sepihak tersebut sangat fantastis, yakni mencapai hingga 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp17,8 triliun. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa operasi senyap ini dilakukan dengan sangat rapi, mirip seperti aksi "pencopet" yang langsung mengambil dompet digital milik Teheran tanpa disadari oleh para

Jalankan Operasi Senyap, AS "Copet" Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

PBB Kecam Rencana Israel Kuasai 70 Persen Wilayah Gaza

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam rencana Israel untuk memperluas wilayah yang dikuasainya di Jalur Gaza hingga mencapai 70 persen. PBB menegaskan seluruh wilayah Gaza merupakan hak rakyat Palestina. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan organisasi tersebut tetap berpegang pada prinsip bahwa seluruh wilayah Gaza harus menjadi milik warga Palestina. "Seratus persen Gaza harus menjadi milik rakyat Palestina," kata Dujarric kepada wartawan di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa

PBB Kecam Rencana Israel Kuasai 70 Persen Wilayah Gaza

Iran Pastikan Rusia dan China Dapat Keistimewaan di Selat Hormuz

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan Rusia dan China akan memperoleh perlakuan khusus dalam penggunaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. "Negara-negara strategis, seperti China dan Rusia, akan terus menikmati perlakuan istimewa dan syarat yang menguntungkan pada hal-hal terkait Selat Hormuz," kata Azizi, Sabtu (30/5/2026). Menurut Azizi, kedua negara selama ini menunjukkan dukungan dan kerja sama yang konsisten dengan Iran, termasuk ket

Iran Pastikan Rusia dan China Dapat Keistimewaan di Selat Hormuz

Kawal Perundingan Damai, Warga Iran Bertahan 90 Hari di Jalanan Teheran

Warga Teheran turun ke alun-alun pusat ibu kota Iran selama hampir 90 hari sejak AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran, sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah di tengah perundingan yang masih berlangsung. "Kami turun ke jalan untuk mendukung pemerintah dan angkatan bersenjata kami. Ya, gencatan senjata telah diumumkan, tetapi sampai ancaman perang bagi negara kami benar-benar hilang, kami akan tetap berada di alun-alun," kata Fatima Rahmani, salah satu demonstran, kepada RIA Novost

Kawal Perundingan Damai, Warga Iran Bertahan 90 Hari di Jalanan Teheran

Masjid Rotterdam Diserang, Polisi Dinilai Lambat Merespons

Masjid Mevlana di Rotterdam, Belanda, diserang sekelompok orang tak dikenal. Serangan itu terjadi pada Jumat, (29/5/2026), malam waktu setempat. Islamic Foundation Netherlands menyebut ada enam pelaku dalam serangan tersebut. Para pelaku merusak dinding mosaik masjid. Mereka juga melempar botol bir ke bangunan masjid. Bagian depan masjid turut dirusak dalam serangan itu. Pengurus masjid menyebut sudah berulang kali menghubungi polisi. Namun, polisi disebut baru tiba setelah para pelaku meninggal

Masjid Rotterdam Diserang, Polisi Dinilai Lambat Merespons

Hamas Kritik Sikap Diam BoP soal Rencana Israel Kuasai 70 Persen Gaza

Hamas desak Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) untuk bersikap tegas terhadap rencana Israel memperluas penguasaan wilayah di Jalur Gaza. Kelompok Palestina itu juga mengkritik sikap diam badan tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran atas upaya Israel memperluas kontrol dan menggusur warga Palestina dari wilayah tersebut. Pada Jumat (29/5/2026), Hamas melalui juru bicaranya, Hazem Qassem, menyayangkan tidak adanya respons tegas dari BoP dan perwakilan khususnya untuk Gaza, Nickolay M

Hamas Kritik Sikap Diam BoP soal Rencana Israel Kuasai 70 Persen Gaza

AS Beberkan Tiga Pilihan untuk Iran: Kesepakatan, Tekanan, atau Serangan

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan terdapat tiga kemungkinan hasil dari perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait sejumlah persoalan yang masih belum menemukan titik temu. "Ada tiga skenario, kita mencapai kesepakatan, kita tidak mencapai kesepakatan tetapi tetap mempertahankan blokade dan terus menekan mereka, atau kita kembali pada tindakan militer," kata Bessent dalam Forum Ekonomi Reagan 2026, Jumat (29/5/2026). Menurutnya, tekanan yang terus berlanjut berpotensi sem

AS Beberkan Tiga Pilihan untuk Iran: Kesepakatan, Tekanan, atau Serangan

Trump Tuntut Iran Lepas Nuklir dan Buka Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum menyetujui perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Rapat khusus di Situation Room Gedung Putih pada Jumat, (29/5/2026), berakhir tanpa kejelasan keputusan. Trump sebelumnya menyebut akan membuat penentuan akhir soal kerangka kesepakatan dengan Iran. Kerangka itu disebut dapat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Namun, Trump memasang sejumlah syarat sebelum menyetujui kesepakatan. Ia menuntut Iran tidak memiliki senjata nuklir. Trump juga

Trump Tuntut Iran Lepas Nuklir dan Buka Selat Hormuz

Hampir 10 Ribu Kasus, PBB Catat Lonjakan Kekerasan Seksual di Wilayah Konflik

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat lonjakan signifikan kasus kekerasan seksual terkait konflik sepanjang 2025. Dalam laporan tahunan Sekretaris Jenderal PBB yang dirilis Jumat (29/5/2026), jumlah kasus terverifikasi meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. "Kasus kekerasan seksual terkait konflik yang terverifikasi oleh PBB pada 2025 meningkat tajam dari 2024, ditandai dengan kebrutalan ekstrem, dan sebagian besar menargetkan perempuan dan anak perempuan," kata l

Hampir 10 Ribu Kasus, PBB Catat Lonjakan Kekerasan Seksual di Wilayah Konflik

Diduga Jadi Dana Gelap Kroni Trump, Hakim Federal AS Bekukan Anggaran Kompensasi Rp26 Triliun

Rencana pemerintahan Donald Trump untuk menggelontorkan dana kompensasi fantastis bagi para sekutunya resmi dijegal pengadilan federal AS. Seorang hakim federal di Amerika Serikat mengeluarkan perintah untuk membekukan sementara operasional "Dana Anti-Persenjataan" (Anti-Weaponization Fund) senilai US$1,8 miliar atau setara Rp26,2 triliun. Melalui keputusan setebal dua halaman yang dirilis pada Jumat (29/5/2026), hakim melarang keras Departemen Kehakiman AS mengambil langkah apa pun untuk menjal

Diduga Jadi Dana Gelap Kroni Trump, Hakim Federal AS Bekukan Anggaran Kompensasi Rp26 Triliun