AFU.id

Indeks Berita

Hadapi Evaluasi FATF, Pemerintah Diuji Aliran Dana Judol dan Kejahatan Lingkungan Ratusan Triliun

Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengeklaim keberhasilan besar dalam pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) selama 24 tahun ke belakang. Terutama, di tengah adanya temuan mengejutkan terkait perputaran dana kejahatan lingkungan yang nyaris menembus Rp1.000 triliun rupiah. Penyampaian klaim keberhasilan tersebut hadir usai Rapat Komite Koordinasi Nasional TPPU di Gedung PPATK, Jakarta pada Senin, (20/4/2026). “Selama 24 tahun ini telah mencapai hasil yang luar biasa bagi kita,” ungka

2 media, Cenderung netral
Hadapi Evaluasi FATF, Pemerintah Diuji Aliran Dana Judol dan Kejahatan Lingkungan Ratusan Triliun

Keracunan Massal MBG di Cianjur, 6 Balita Masih Menjalani Perawatan Intensif

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat sebagian besar dari 63 balita dan ibu-ibu yang mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua desa di Kecamatan Leles sudah kembali pulih. "Hanya tinggal hanya beberapa yang masih menjalani perawatan," ujar Kepala Dinkes Cianjur Made Setiwan di Cianjur, Minggu. Ia mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel makanan dan muntah korban untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab keracunan. "Kami sudah mengambil sam

Keracunan Massal MBG di Cianjur, 6 Balita Masih Menjalani Perawatan Intensif

Hashim Djojodikusumo Akui Banyak Kelemahan dalam Program MBG, Keracunan sampai Belatung di Ompreng

Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menyebut kelemahan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejauh ini merupakan hal yang wajar, sehingga perlu pengawalan lebih ketat. Dalam sambutannya pada acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu malam, Hashim berharap pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dapat membantu mengawal pelaksanaan MBG di desa-desa. "Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, a

Hashim Djojodikusumo Akui Banyak Kelemahan dalam Program MBG, Keracunan sampai Belatung di Ompreng

Dituduh Jadi Dalang Rentetan Laporan Terhadap JK, PSI Pastikan Jokowi Tak Terlibat Urusan Rismon dan Gamki

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla secara terang-terangan membongkar sejarah perannya dalam mengantarkan Joko Widodo menjadi presiden pada Minggu, 19 April 2026. Hal tersebut ia sampaikan di tengah bergulirnya polemik dugaan penistaan agama dan laporannya terhadap Rismon Sianipar terkait dugaan pemerasan. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu merasa perlu membuka fakta sejarah tersebut, sebagai respons atas narasi pendukung petahana yang kerap menudingnya tidak tahu balas budi. Ia meneg

Dituduh Jadi Dalang Rentetan Laporan Terhadap JK, PSI Pastikan Jokowi Tak Terlibat Urusan Rismon dan Gamki

Tarik Ulur Dana Otsus Aceh: Antara Kebutuhan 2,5 Persen dan Kapasitas Fiskal Negara

Masa berlaku Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang proyeksinya segera berakhir pada 2027 memicu langkah cepat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh. Revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) pun kini menjadi prioritas, dengan target utama mengamankan perpanjangan status kekhususan dan menaikkan porsi dana Otsus menjadi 2,5%. Tuntutan tersebut bukan sekadar soal angka, melainkan strategi krusial untuk mengejar ketertinggalan indikator makroekonomi. Termasuk pula mendanai pemulihan infrastru

3 media, Cenderung netral
Tarik Ulur Dana Otsus Aceh: Antara Kebutuhan 2,5 Persen dan Kapasitas Fiskal Negara

Abaikan Peringatan Dini TII, KPK Baru Temukan Celah Korupsi Usai Anggaran MBG Terlanjur Tembus Rp171 Triliun

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru merilis peringatan serius terkait delapan celah korupsi dalam program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga antirasuah Indonesia ini baru menyampaikan pernyataan sikap pada Jumat lalu, (17/4/2026). Peringatan tersebut muncul ke publik usai alokasi anggaran program melonjak drastis hingga menembus angka Rp171 triliun. Padahal, Transparency International Indonesia (TII) telah membunyikan alarm risiko sistemik tersebut sejak pertengahan tahun 2025 lal

3 media, Cenderung kanan
Abaikan Peringatan Dini TII, KPK Baru Temukan Celah Korupsi Usai Anggaran MBG Terlanjur Tembus Rp171 Triliun

Kiamat Biodiversitas Ancam Ciliwung

Kiamat Biodiversitas alias keanekaragaman hayati kini tengah mengancam Sungai Ciliwung. Sejumlah 187 spesies ikan yang pernah mendiami sungai sungai sepanjang 120 km yang bersumber di Gunung Pangrango, Jawa Barat, dan bermuara di Teluk Jakarta ini, terancam musnah akibat berbagai pencemaran dan kerusakan yang terjadi. Ancaman ini diperparah dengan terjadinya ledakan populasi ikan sapu-sapu ( Pterygoplichthys pardalis ), yang semakin mendominasi perairan Ciliwung. Kehadiran ikan yang termasuk spe

Kiamat Biodiversitas Ancam Ciliwung

Kedutaan Rusia Sentil KompasTV Gegara Berita “Diskon Minyak Rusia”

Kedutaan Rusia untuk Indonesia menyebut artikel KompasTV berjudul “Tak Ada Diskon Minyak untuk Indonesia, Dubes Rusia Sebut Harga Bisa Jadi Lebih Tinggi” keluar dari konteks informasi yang disampaikan. Dalam unggahan X resmi Kedutaan Rusia untuk Indonesia @RusEmbJakarta, Sabtu (18/4/2026) mengatakan bahwa judul dan isi artikel tidak dapat disebut sebagai pernyataan resmi dari Kedutaan Rusia di Indonesia. “Struktur artikel dan kutipan yang diberikan di dalamnya diputarbalikkan dan tidak sesuai de

Kedutaan Rusia Sentil KompasTV Gegara Berita “Diskon Minyak Rusia”

Gus Yahya: Demi NU Saya Abaikan Adik Saya

Ketua Umum Yahya Cholil Staquf akhirnya buka suara soal isu lama yang terus berulang: tudingan kedekatan politik dalam proses terpilihnya ia di Muktamar NU. Dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, Gus Yahya menepis anggapan bahwa dirinya didorong kekuasaan, termasuk oleh Joko Widodo. Ia mengaku, sebelum muktamar berlangsung, justru hampir tak pernah berinteraksi dengan Jokowi dalam konteks politik NU. “Saya tidak tahu bagaimana Pak Jokowi dianggap berada di belakang saya,” ujarnya lugas. Alih-ali

Gus Yahya: Demi NU Saya Abaikan Adik Saya

Gus Yahya: NU Tak Boleh Terus Dikonsolidasikan ke Politik Kekuasaan

Percakapan panjang di kanal Akbar Faizal Uncensored membuka satu simpul lama yang jarang dibedah terang-terangan: hubungan antara kekuasaan dan Nahdlatul Ulama. Di hadapan Akbar Faizal, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf—akrab disapa Gus Yahya—bicara lugas: manfaat politik dari kader NU selama ini tak pernah benar-benar terukur. Diskusi bermula dari pengalaman politik praktis—bagaimana NU kerap menjadi variabel penting dalam pemenangan kekuasaan. Namun, di titik itu pula muncul pertanyaan krusi

Gus Yahya: NU Tak Boleh Terus Dikonsolidasikan ke Politik Kekuasaan