AFU.id

Indeks Berita

Suhu Eropa Tembus 41 Derajat, WHO: 1.300 Orang Tewas Akibat Panas Ekstrem

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa sejak pertengahan Juni telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lonjakan kematian mulai terjadi sejak 21 Juni, ketika suhu tinggi memecahkan rekor di sejumlah wilayah. WHO menyebut sekitar 150 juta penduduk Eropa kini hidup di bawah paparan panas ekstrem. Kondisi tersebut juga menyebabkan penutupan sekolah, mengganggu pasokan listrik, hingga meningkatkan tekanan terhadap layanan kesehatan. Direktur Jenderal WHO

Suhu Eropa Tembus 41 Derajat, WHO: 1.300 Orang Tewas Akibat Panas Ekstrem

Iran Klaim Hancurkan Delapan Fasilitas AS di Kuwait dan Bahrain

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengklaim menyerang dan menghancurkan delapan fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain melalui operasi gabungan rudal balistik serta drone, Minggu, (28/6/2026). Dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional Iran, IRGC menyebut sasaran operasi meliputi fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, serta infrastruktur yang terkait dengan Armada Kelima AS di Bahrain. IRGC menyatakan serangan dilakukan oleh pasukan laut dan

Iran Klaim Hancurkan Delapan Fasilitas AS di Kuwait dan Bahrain

Suhu Tembus 40 Derajat, 13 Orang Tewas di Perairan Jerman Saat Mendinginkan Badan

13 orang meninggal dalam kecelakaan berenang di sejumlah danau, sungai, dan kanal di Jerman sepanjang akhir pekan, ketika gelombang panas ekstrem mendorong banyak warga mencari pendinginan di perairan terbuka. Korban terdiri atas anak-anak hingga warga lanjut usia. Peristiwa tersebar di sejumlah wilayah, dari Heidelberg, Berlin, Hannover, Dortmund, hingga Danau Constance. Polisi melaporkan seorang pria berusia 27 tahun tenggelam di Sungai Neckar dekat Heidelberg pada Sabtu, (27/6/2026). Pada har

Suhu Tembus 40 Derajat, 13 Orang Tewas di Perairan Jerman Saat Mendinginkan Badan

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Eropa: Aspal Meleleh, Rebutan Beli AC hingga Korban Berjatuhan

Gelombang cuaca panas ekstrem atau heatwave melanda sebagian besar wilayah Eropa. Suhu ekstrem yang menyentuh 44,3 derajat celcius wilayah Pissos, Prancis, pada 23 Juni lalu tercatat sebagai yang paling panas sejak 1947. Ombak panas yang tak biasa datang lebih awal ini kini bergerak ke timur, memecahkan rekor suhu di Jerman, Polandia, Denmark, hingga Swiss. Akibat panas ekstrem itu, warga Prancis berbondong-bondong membeli pendingin udara dan kipas angin. Video yang beredar di media sosial menun

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Eropa: Aspal Meleleh, Rebutan Beli AC hingga Korban Berjatuhan

Diguncang Demonstrasi Berbulan-bulan, Presiden Serbia Umumkan Pengunduran Diri

Gelombang demonstrasi mahasiswa yang berlangsung hampir 20 bulan memaksa Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengumumkan rencana pengunduran diri. Tekanan publik yang terus membesar sejak tragedi runtuhnya atap stasiun kereta di Kota Novi Sad membuat posisi politik Vucic kian terdesak. Aksi protes bermula setelah atap stasiun kereta di Novi Sad ambruk pada November 2024 dan menewaskan 16 orang. Tragedi tersebut memicu kemarahan publik yang menilai pemerintah lalai mengawasi proyek infrastruktur dan

Diguncang Demonstrasi Berbulan-bulan, Presiden Serbia Umumkan Pengunduran Diri

Lewati 72 Jam, Dua Bocah 11 Tahun Diselamatkan dari Reruntuhan Gempa Venezuela

Dua bocah berusia 11 tahun berhasil dievakuasi hidup-hidup dari reruntuhan bangunan di Venezuela, Minggu, (28/6/2026), beberapa hari setelah dua gempa dahsyat mengguncang negara itu dan menewaskan sedikitnya 1.450 orang. Kedua bocah tersebut ditemukan secara terpisah saat operasi pencarian memasuki hari kelima. Penyelamatan ini memberi secercah harapan bagi keluarga korban, meski peluang menemukan penyintas terus menipis seiring berlalunya masa kritis 72 jam pascagempa. Salah satu bocah bernama

Lewati 72 Jam, Dua Bocah 11 Tahun Diselamatkan dari Reruntuhan Gempa Venezuela

Pekerja Migran Asal Cianjur Minta Diselamatkan dari Libya, Dugaan Kekerasan Diusut

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur, Jawa Barat, Ai Juriah mengaku mengalami kekerasan dari majikannya saat bekerja di Benghazi, Libya Timur. Pengakuan tersebut disampaikan melalui video yang viral di media sosial, di mana Ai Juriah meminta Presiden Prabowo Subianto menyelamatkannya. Merespons video tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui KBRI Tripoli langsung menelusuri keberadaan Ai Juriah. Hasil penelusuran menunjukkan Ai Juriah berada di Benghazi. Direktur Pelindu

Pekerja Migran Asal Cianjur Minta Diselamatkan dari Libya, Dugaan Kekerasan Diusut

Pimpinan Hizbullah Sebut Perjanjian Damai Lebanon-Israel yang Dimediasi AS Tidak Sah

Pemimpin kelompok Hizbullah Naim Qassem mengatakan perjanjian yang ditandatangani antara Lebanon dan Israel di Washington tidak sah, serta menyebutnya sebagai "hilangnya kedaulatan". Sebelumnya pada Jumat (26/6), perwakilan Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS di Washington yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik. "Perjanjian ini tidak sah. Ketentuan-ketentuan dalam nota kesepahaman (MoU) Iran-AS harus dijalankan. Perjanjian kerangka kerja yang dirampu

Pimpinan Hizbullah Sebut Perjanjian Damai Lebanon-Israel yang Dimediasi AS Tidak Sah

Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa di Venezuela Bertambah Jadi 1.430 Orang

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) telah bertambah menjadi 1.430 orang, demikian disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez pada Sabtu (27/6/2026). Rodriguez melalui siaran televisi pemerintah menyatakan bahwa 3.238 orang terluka dan 3.142 keluarga terdampak oleh bencana tersebut. Setelah dua gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,2 dan 7,5, Venezuela mencatat sebanyak 430 gempa susulan berkekuatan ringan hingga sedang, sebut Rodrigu

Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa di Venezuela Bertambah Jadi 1.430 Orang

Trump Ancam Iran: Republik Islam Bisa Berakhir Jika Terus Langgar Gencatan Senjata

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengatakan militer AS telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Sabtu (27/6/2026). Trump menyebut serangan tersebut sebagai respons atas tindakan Iran yang, menurutnya, kembali melanggar perjanjian gencatan senjata. "Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta lokasi radar pantai," kata Trump melalui platform Truth Social dikutip Minggu (28/6/2026). Trump juga memperingatkan Washington da

Trump Ancam Iran: Republik Islam Bisa Berakhir Jika Terus Langgar Gencatan Senjata