Kementerian Kesehatan mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan, dengan Kalimantan Barat mencatat 151.965 kasus dari 1 Januari hingga 7 Agustus 2026. Penanganan dilakukan bersama dinas kesehatan setempat dan pemangku kepentingan lainnya, sementara kota-kota seperti Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya juga mengalami peningkatan kasus. Selain ISPA, terdapat kenaikan kasus penyakit lain seperti diare akut dan demam tifoid, meskipun kasus pneumonia mengalami penurunan.
Ilustrasi kabut asap (Foto:ANTARA)
JAKARTA, AFU.ID — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 151.965 kasus sepanjang 1 Januari hingga 7 Agustus 2026.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, pemerintah telah melakukan penanganan bersama dinas kesehatan di daerah serta pemangku kepentingan lainnya. “Ini upaya Kemenkes, selain dari dinkes setempat dan stakeholders lainnya, untuk daerah yang terdampak karhutla,” kata Aji dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Data tersebut tercantum dalam Situation Report Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kemenkes per 20 Agustus 2026. Laporan itu juga mencatat adanya kenaikan kasus ISPA di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah. Kenaikan kasus ISPA juga terjadi di Kalimantan Tengah. Kemenkes mencatat peningkatan kasus dalam dua hari berturut-turut.
Pada 18 Agustus 2026, terdapat 475 kasus ISPA. Jumlah tersebut kemudian naik menjadi 547 kasus pada 19 Agustus 2026. Sementara di Kalimantan Selatan, tren kasus ISPA tercatat meningkat 22,2 persen. Selain ISPA, beberapa penyakit lain juga mengalami kenaikan. Tren kasus diare akut meningkat 16,7 persen, suspek demam tifoid naik 7,1 persen, dan influenza-like illness (ILI) meningkat 7,1 persen.
Sementara itu, tren kasus pneumonia tercatat turun 2,5 persen. Di Riau, Kemenkes mencatat 1.377 kasus ISPA selama periode 1 hingga 19 Agustus 2026. Selain ISPA, terdapat 34 kasus asma, 19 kasus iritasi kulit, enam kasus konjungtivitis, dan 12 kasus pneumonia pada periode yang sama. (FAD)