AFU.id

Prabowo Klaim Swasembada 8 Komoditas, DPR Minta Stress Test Hadapi El Nino

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan, namun Anggota Komisi I DPR RI, Yulius Setiarto, meminta pemerintah untuk melakukan "stress test" guna menguji ketahanan produksi pangan menghadapi ancaman El Nino yang dapat menyebabkan defisit air. Yulius menekankan pentingnya mengukur kesiapan sektor pertanian dalam kondisi ekstrem serta mempersiapkan langkah-langkah mitigasi, seperti penyesuaian kalender tanam dan peningkatan efisiensi irigasi, untuk melindungi petani dari potensi gagal panen akibat kekeringan.

Prabowo Klaim Swasembada 8 Komoditas, DPR Minta Stress Test Hadapi El Nino
Sidang kode etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terhadap anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2024). ANTARA/Melalusa Susthira K

Prabowo Sebut 8 Komoditas Swasembada

Sebelumnya, Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan pada 2026. Delapan komoditas tersebut yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. “Karena itu, tahun ini kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit,” kata Prabowo.

Prabowo mengaitkan capaian tersebut dengan kebijakan pemerintah di sektor pupuk. Ia mengatakan harga pupuk telah diturunkan sebesar 20 persen, sementara ketersediaannya bagi masyarakat meningkat. “Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, peningkatan ketersediaan pupuk ikut mendorong produksi pangan dan mempercepat pencapaian swasembada. Di sisi lain, Yulius meminta capaian tersebut diuji terhadap kondisi ekstrem yang berpotensi terjadi akibat El Nino. Bagi Yulius, stress test diperlukan untuk melihat apakah produksi delapan komoditas tersebut tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ketika kekeringan berlangsung panjang. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi