AFU.id

Indeks Berita

Trump Umumkan Gencatan Senjata AS-Iran Selama Dua Pekan, Israel Ikut Bergabung

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu aksi militer pukul 20.00 berakhir. Kesepakatan yang bertujuan meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah ini turut disetujui oleh Israel, yang akan menangguhkan seluruh operasi pengebomannya selama masa jeda. Mengutip dari Times Now News, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata ini bersifat dua arah, namun memiliki syarat utama. Penundaan aksi mili

Trump Umumkan Gencatan Senjata AS-Iran Selama Dua Pekan, Israel Ikut Bergabung

Trump Rem Mendadak: Gencatan 2 Minggu atau Sekadar Napas Sebelum Ledakan?

Trump Rem Mendadak: Gencatan 2 Minggu atau Sekadar Napas Sebelum Ledakan? WASHINGTON, AFU.ID - Langkah Donald Trump kali ini terasa janggal—atau justru terlalu taktis. Di tengah eskalasi yang belum reda, ia tiba-tiba mengumumkan gencatan senjata dua minggu dengan Iran. Bukan tanpa syarat, bukan pula tanpa tekanan. Ini bukan damai. Ini jeda yang sarat kepentingan. Dalam konferensi pers di Washington, Trump menyatakan setuju menghentikan serangan militer terhadap Iran selama dua pekan. Pernyataan

Trump Rem Mendadak: Gencatan 2 Minggu atau Sekadar Napas Sebelum Ledakan?

Perang Bayangan: China Main Dua Kaki, Iran Jadi Benteng, AS Bidik Jantungnya

Narasi ini tak lagi sekadar soal Iran versus Amerika. Ada tangan lain yang bekerja senyap—rapi, dingin, dan strategis. Laporan terbaru membuka satu fakta yang selama ini hanya jadi bisik-bisik geopolitik: Tiongkok diduga masuk terlalu dalam, bukan sekadar penonton. Nama Xi Jinping muncul sebagai arsitek di balik layar. Bagi Beijing, Iran bukan sekadar mitra dagang atau kawan diplomatik—ini benteng. Benteng untuk menahan laju dominasi Amerika di kawasan energi paling krusial di dunia. Dugaan kete

Perang Bayangan: China Main Dua Kaki, Iran Jadi Benteng, AS Bidik Jantungnya

Komisi I Dukung Pemerintah Dorong PBB Usut Tuntas Insiden Penyerangan Pasukan Perdamaian di Lebanon

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi menyeluruh atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon. Sukamta menegaskan bahwa PBB harus menuntut pertanggungjawaban Israel atas insiden tersebut. “PBB harus bertanggung jawab, termasuk dengan mendesak Israel tanggung jawab atas perbuatan mereka yang membuat 3 prajurit Indonesia gugur. Pemerintah perlu mendorong PBB untuk tegas

Komisi I Dukung Pemerintah Dorong PBB Usut Tuntas Insiden Penyerangan Pasukan Perdamaian di Lebanon

Prof Suzie: Prabowo Takut Di-Maduro-kan Trump

Langit politik Amerika Serikat tengah berisik. Ribuan warga turun ke jalan, membawa satu pesan yang menggema dari kota ke kota: “No Kings.” Mereka menolak perang, menolak kekuasaan yang dianggap melampaui batas, dan menolak Presiden Donald Trump yang dinilai menyeret negeri itu ke konflik tanpa ujung dengan Iran. Di tengah gelombang protes itu, percakapan tajam muncul dalam Podcast Madilog Forum Keadilan. Dipandu jurnalis senior Margi Syarif, forum itu menghadirkan Suzie Sudarman, pakar hubungan

Prof Suzie: Prabowo Takut Di-Maduro-kan Trump

Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran, Ribuan Pemuda Pasang Badan di Pembangkit Listrik

Menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz, Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran menyerukan para pemuda, termasuk atlet, seniman, dan mahasiswa, untuk membentuk "rantai manusia" di sekitar area pembangkit listrik di seluruh negeri. Aksi simbolis ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap ancaman serangan infrastruktur. Mengutip dari Times Now News, Deputi Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, menyatakan bahwa inisiatif

Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran, Ribuan Pemuda Pasang Badan di Pembangkit Listrik

Iran Sebut Amerika Serikat Membual: Tanda-Tanda Putus Asa

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat makin terasa seperti adu gengsi, bukan lagi sekadar diplomasi. Terbaru, Teheran menuding Washington mulai kehilangan arah—banyak bicara, minim solusi. Pernyataan keras itu datang dari pejabat komunikasi kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabai. Ia menyebut Presiden AS Donald Trump kini lebih sibuk melontarkan ancaman ketimbang menawarkan jalan keluar konkret atas konflik yang terus membesar di kawasan. Bagi Iran, retorika Trump bukan tanda kekuatan, melainkan

Iran Sebut Amerika Serikat Membual: Tanda-Tanda Putus Asa

Iran Tutup Selat Hormuz Hanya Untuk AS-Israel, Donald Trump Beri Ultimatum hingga Selasa

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran mendeklarasikan rencana pembentukan ‘Tatanan Baru Teluk Persia’. Korps Garda Revolusi Islam di tanah Persia ini menegaskan, situasi terkini di Selat Hormuz telah berubah secara permanen. Pernyataan tersebut muncul sebagai respons menantang terhadap ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Yang mana, Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran apabila jalur perdagangan energi dunia tersebut tak segera terbuka. Melalui pe

Iran Tutup Selat Hormuz Hanya Untuk AS-Israel, Donald Trump Beri Ultimatum hingga Selasa

Kepercayaan Dunia ke AS Anjlok, Sekutu Lama Mulai Ambil Jarak

Peta kepercayaan global terhadap Amerika Serikat mulai bergeser tajam. Negara-negara sekutu hingga kekuatan ekonomi berkembang menunjukkan tren penurunan yang konsisten, menandai perubahan besar dalam dinamika hubungan internasional. Data terbaru dari Konferensi Keamanan Munich mengungkapkan penurunan kepercayaan yang terjadi hampir merata, baik di negara G7 maupun BRICS. Kanada mencatat penurunan paling drastis, mencapai -52 persen. Di Eropa, Italia turun -21 persen, Prancis -17 persen, dan Jer

6 media, Cenderung kiri
Kepercayaan Dunia ke AS Anjlok, Sekutu Lama Mulai Ambil Jarak

Trump Bingung Sendiri Hadapi Iran, Plin-plan Soal Bantuan NATO

Nada pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik dengan Iran terus bergeser dalam hitungan hari. Dari semula meminta dukungan sekutu, ia kemudian berbalik menyatakan bisa bertindak sendiri hingga melontarkan ancaman baru terhadap Teheran. Perubahan sikap itu terlihat sejak penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada distribusi energi global. Pada pertengahan Maret, Trump sempat mendorong negara-negara sekutu untuk ikut turun tangan. “Banyak negara akan mengirim kapal perang b

Trump Bingung Sendiri Hadapi Iran, Plin-plan Soal Bantuan NATO