AFU.id

Indeks Berita

Satu Pintu Ekspor CPO Belum Jalan, Harga Sawit dan CPO Rontok Duluan, Petani Sawit Menjerit

Rencana pemerintah untuk memberlakukan sistem satu pintu ekspor komoditas tambang strategis dan crude palm oil (CPO) melalui Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) baru akan berjalan per 1 Juni 2026 mendatang dan akan diimplementasikan secara penuh pada 1 Januari 2027. Namun, harga komoditas sawit berikut CPO-nya sudah rontok duluan. Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mencatat, harga tandan buah segar (TBS) sawit melorot tajam nyaris di seluruh wilayah. Ketua Umum POPSI Mansuet

3 media, Cenderung kiri
Satu Pintu Ekspor CPO Belum Jalan, Harga Sawit dan CPO Rontok Duluan, Petani Sawit Menjerit

Investasi Hilirisasi 7,8 Miliar Dolar AS, DPR Tagih Progres 9 Pabrik Mineral

Uang negara dari sektor tambang mineral dan batu bara mencapai Rp56 triliun hingga 15 Mei 2026. Namun, pemerintah masih memiliki pekerjaan besar karena sembilan pabrik pengolahan mineral belum selesai dibangun. Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan penerimaan negara dari sektor tambang naik 6,21 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan itu disebut didorong program hilirisasi, yaitu pengolahan hasil tambang di dalam negeri agar tidak hanya dijual sebagai bahan menta

Investasi Hilirisasi 7,8 Miliar Dolar AS, DPR Tagih Progres 9 Pabrik Mineral

SAPA UMKM Diluncurkan, Tetapi Data Pelaku Usaha Masih Kacau

Pemerintah meluncurkan Sistem Aplikasi Pelayanan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau SAPA UMKM di tengah masih kacaunya data pelaku usaha di daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan data UMKM antarorganisasi perangkat daerah masih sering berbeda. Kondisi itu menyulitkan pemerintah daerah dalam memberi pendampingan, mengurus perizinan, hingga membuka akses pasar bagi pelaku usaha. “Kalau berbicara tentang data UMKM, datanya itu beda-beda. Kadang bedanya ekstrem,” kata Bi

SAPA UMKM Diluncurkan, Tetapi Data Pelaku Usaha Masih Kacau

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Butuh Kesiapan Infrastruktur Digital, Bukan Cuma Investasi

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 membutuhkan kesiapan infrastruktur digital, bukan hanya dorongan investasi. Pemerintah menempatkan data center, kecerdasan buatan, dan keamanan siber sebagai fondasi untuk mengejar target tersebut. Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon mengatakan infrastruktur digital masuk dalam pilar percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. “Infrastruktur digital yang tangguh, yakni data center, AI, dan keamanan

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Butuh Kesiapan Infrastruktur Digital, Bukan Cuma Investasi

Harga Minyak Kembali Membara, Dipicu Deadlock AS-Iran

Dunia kembali mencium bau krisis dari barel-barel minyak yang memanas. Jumat pagi, 22 Mei 2026, harga minyak dunia melonjak tajam setelah negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu. Pasar langsung bereaksi. Minyak mentah Brent melesat ke level USD104,52 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik ke USD97,81 per barel. Kenaikan itu datang setelah tiga hari harga minyak sempat terkoreksi. Yang membuat pasar kembali panas adalah sikap

Harga Minyak Kembali Membara, Dipicu Deadlock AS-Iran

BI Rate 5,25% Bebani UMKM, Kopdes Merah Putih Dapat Karpet Merah

Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) dari level 4,75% menjadi 5,25% mengejutkan pasar keuangan domestik. Langkah agresif ini melampaui proyeksi konsensus pasar yang memprediksikan kenaikan moderat sebesar 25 bps ke level 5,00%. Hal tersebut karena mayoritas pelaku pasar menilai ruang kebijakan bank sentral telah sangat terbatas. Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang mendorong penguatan indeks dolar AS secara global dan lonja

3 media, Cenderung kanan
BI Rate 5,25% Bebani UMKM, Kopdes Merah Putih Dapat Karpet Merah

Subsidi Kendaraan Listrik Diarahkan ke Baterai Nikel, Industri Dalam Negeri Jadi Taruhan

Pemerintah mulai mengarahkan subsidi kendaraan listrik ke produk berbasis baterai nikel untuk mendorong hilirisasi mineral dan industri baterai nasional. Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmi Radhi menilai kebijakan itu lebih selektif karena Indonesia memiliki produksi nikel yang dapat masuk ke rantai industri kendaraan listrik. “Untuk pemberian insentif pada kendaraan berbasis nikel saya kira bagus, karena kita punya produksi nikel sehingga bisa mendorong hilirisasi menjadi bagian dari ekosistem ke

Subsidi Kendaraan Listrik Diarahkan ke Baterai Nikel, Industri Dalam Negeri Jadi Taruhan

Target Listrik Surya 100 GW Dinilai Ambisius, Industri dan SDM Belum Siap

Target Presiden Prabowo Subianto membangun pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt dalam tiga tahun dinilai ambisius dan membutuhkan kesiapan sistem yang matang. Institute for Essential Services Reform menilai target itu menunjukkan komitmen politik pemerintah dalam mempercepat transisi energi. Namun, pelaksanaannya membutuhkan kesiapan industri, sumber daya manusia, jaringan listrik, dan lembaga pelaksana yang jelas. “Terkait visi pembangunan PLTS 100 GW, IESR memandang aspirasi ini

Target Listrik Surya 100 GW Dinilai Ambisius, Industri dan SDM Belum Siap

Perdagangan Karbon RI Punya Potensi Rp1,39 Triliun, Tapi Realisasi Masih Rp93 Miliar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa dalam pipeline (antrean), terdapat potensi tambahan nilai perdagangan karbon mencapai sebesar Rp560,9 miliar sampai dengan Rp1,39 triliun. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi alias Kiky dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis, (21/5/2026) mengatakan nilai tersebut hasil perhitungan dari potensi unit karbon tambahan yang dapat diperdagangkan sebesar 9,5 juta ton CO2e (karbon ekuivalen). “Kalau kita lihat, total p

Perdagangan Karbon RI Punya Potensi Rp1,39 Triliun, Tapi Realisasi Masih Rp93 Miliar

Kebijakan BUMN Ekspor SDA Bikin Pasar Menunggu, IHSG Jatuh 3,6 Persen

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menilai, koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dipengaruhi sentimen ketidakpastian di pasar. Sebab, investor masih menunggu kepastian mengenai dampak langsung pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor terhadap sektor sumber daya alam. “Tentunya sama kalau IHSG, mereka (investor) perlu mencari kepastian, juga ingin tahu hasilnya, ya Insya

Kebijakan BUMN Ekspor SDA Bikin Pasar Menunggu, IHSG Jatuh 3,6 Persen